[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]
KeuanganNegara.id -PT Pertamina Patra Niaga terus mendorong dan membantu pengembangan bisnis para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah perlambatan ekonomi imbas meluasnya dampak pandemi covid-19.
Manager Corporate Communications & CSR Pertamina Patra Niaga Ayulia menyatakan perusahaan percaya UMKM adalah penggerak perekonomian rakyat. Dengan UMKM yang tangguh, maka perekonomian Indonesia pun akan kuat.
“Kami senang apa yang kami lakukan bisa dikembangkan dan ditularkan para pelaku UMKM ke lingkungan sekitar. Inilah energi positif yang akan membangun dan menguatkan Indonesia,” harap Ayulia dalam keterangan tertulis.
Bantuan pengembangan bisnis UMKM dilakukan dengan menggelar kelas pelatihan keterampilan untuk keluarga awak mobil tangki. Aktivitas pengembangan UMKM ini didanai oleh dana tanggung jawab sosial (CSR) Pertamina Patra Niaga.
Ayulia mengharapkan pelatihan keterampilan tersebut bisa membangkitkan para pelaku usaha semakin maju dan menginspirasi orang-orang di lingkungan sekitar. Setidaknya itu yang terlihat dari dua alumni pelatihan keterampilan dan usaha yang digelar Patra Pertamina Niaga.
Mutmainah (51) misalnya. Warga Jalan Raya Pakis Aji, Pakisaji, Kabupaten Malang ini membangun usaha olah kain dengan memproduksi bahan rajut dan sulam, seperti taplak meja, sarung bantal, jilbab, dan baju.
Semula Mutmainah bekerja sendirian, namun kini dia memiliki sepuluh orang perajin sulam dan 40 orang perajin rajut yang bekerja di bagian produksi. Kesadaran Mutmainah ini seiring kerja keras dan kemandirian dalam berkreasi setelah melihat sosok Farida, mentor dalam pelatihan yang digelar Pertamina Patra Niaga untuk keluarga awak mobil tangki Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) di Malang, Jawa Timur, tahun lalu.
“Kenangan kegiatan itu membekas, menjadi ilmu baru. Bu Farida luar biasa memberi ilmu dan motivasi kepada kami. Jadi kami yang masih belajar ini merasa tertantang,” kenang Mutmainah.
Inspirasi ini tak hanya bermanfaat untuk kemandirian usaha sendiri, tapi juga untuk orang lain seperti yang dilakukan oleh Siyamiyati. Istri awak mobil tangki (AMT) Depo Rewulu, Yogyakarta, ini menularkan keterampilan pembuatan nugget dan jamur krispi kepada sejumlah ibu rumah tangga di kampungnya, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Dua tahun lalu perempuan berusia 47 tahun ini ikut dalam pelatihan pembuatan makanan jamur dan nugget dua tahun lalu. Pelatihan ini didanai dengan dana tanggung jawab sosial perusahaan Pertamina Patra Niaga.
Ada tiga kelompok istri AMT yang bergabung dan mendapat pelatihan, dan masing-masing kelompok beranggotakan lima orang. Sebelum pandemi datang, mereka rutin dilatih dan berkumpul setiap bulan untuk melakukan evaluasi produk, termasuk produk yang disalurkan dan dijual Rewulu oleh salah satu peserta pelatihan. Produk mereka beragam, mulai dari jamur krispi, nugget orisinal, nugget ayam, dan nugget jamur.
“Saya bersyukur mendapat pelatihan ini karena saya bisa membuat olahan jamur dan nugget. Minimal kalau tidak dijual, bisa dikonsumsi keluarga. Selain itu, dengan adanya kelompok usaha para istri AMT, saya bisa menambah jalinan persaudaraan,” ucap Siyamiyati.
Meski memilih tidak menggeluti usaha pembuatan kuliner jamur dan nugget ini dengan serius, Siyamiyati justru memanfaatkan hasil pelatihan Pertamina Patra Niaga dengan mengajarkannya kembali kepada para tetangga.
Siyamiyati bangga, hasil pelatihan Pertamina Patra Niaga yang diperolehnya bisa bermanfaat bagi lingkungannya. “Saya senang bermanfaat bagi orang lain, ada rasa kepuasan di hati, walau saya sendiri belum menghasilkan keuntungan finansial. Tapi saya senang berbagi ilmu, dan sudah kelihatan hasilnya. Ibu-ibu lain meniru,” pungkasnya.(msn)
Discussion about this post