Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

BI Akui Punya Peluang Turunkan Suku Bunga

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2020-05-03
in Ekonomi, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id-Meski masih mempunyai ruang untuk menurunkan suku bunga acuan karena tingkat inflasi yang rendah, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku tetap mempertahankannya dalam jangka pendek untuk mengantisipasi ketidakpastian global dan untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

Diketahui, inflasi pada Maret mencapai 0,10 persen secara bulanan, atau 2,96 persen secara tahunan. Suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRR) masih berada di level 4,5 persen pada April.

“Sebetulnya kami masih punya peluang untuk menurunkan suku bunga dengan inflasi yang rendah dan perlunya mendukung pemulihan ekonomi, tetapi dalam jangka pendek ini memang kami memang dalam RDG (rapat dewan gubernur BI) memutuskan untuk mempertahankan dulu,” ujarnya dalam rapat virtual bersama Komisi XI DPR.

“Karena memang pertimbangan-pertimbangan yang sekarang itu prioritasnya adalah untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah yang di dalam jangka pendek ini di tengah memang ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi,” dia menambahkan.

Perry menyebut BI telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah pandemi. Salah satunya melakukan pelonggaran moneter lewat instrumen kuantitas (quantitative easing/QE) dengan suntikan Rp503,8 triliun sejak Januari hingga April 2020.

Upaya tersebut dilakukan bank sentral demi menjaga nilai tukar rupiah dan likuiditas perbankan di tengah penyebaran Virus Corona.

“Semuanya kami arahkan untuk bisa mendorong pembiayaan bagi dunia usaha dan pemulihan ekonomi,” tuturnya.

Sebelumnya, Perry menjelaskan upaya quantitative easing yang dilakukan di antaranya adalah dengan membeli surat berharga negara (SBN) yang dijual asing di pasar sekunder sebesar Rp166,2 triliun. Selain itu, term repo perbankan sebesar Rp137,1 triliun.

Hingga akhir tahun, bank sentral memperkirakan rupiah akan bergerak cenderung stabil dan menguat ke Rp15 ribu per dolar AS pada akhir 2020. Pada perdagangan spot Kamis (30/4) sore rupiah berada di posisi Rp14.882 per dolar AS, menguat 413 poin atau 2,7 persen.

Diketahui, krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 meluas menjadi krisis ekonomi global. Bank-bank sentral sejumlah negara meluncurkan sejumlah langkah stimulus besar-besaran untuk melindungi ekonomi negaranya masing-masing dari dampak Virus Corona.

Bank sentral AS, Federal Reserve, pada Rabu (29/4), mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol. Mereka juga berjanji akan memperluas program darurat yang diperlukan untuk membantu mengangkat ekonomi AS yang mengalami kontraksi cukup dalam pada kuartal pertama 2020, yakni 4 persen.(cnn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Sri Mulyani Resmi Kasih THR ke PNS dengan 13 Kriteria

Next Post

Sri Mulyani Sebut Negara Lain Juga Terbitkan Surat Utang

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Sri Mulyani Sebut Negara Lain Juga Terbitkan Surat Utang

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara