Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

BI Ungkap Alasan Suku Bunga Acuan Sulit Turun

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2019-11-12
in Ekonomi, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id-Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Erwin Rijanto mengungkap alasan bank sentral sulit memangkas suku bunga acuan. Menurutnya, keputusan tersebut perlu memperhitungkan sejumlah hal, salah satunya inflasi.

“(Inflasi) ini salah satu ukuran kami apakah kami bisa memiliki keluwesan untuk menurunkan (suku bunga acuan),” kata Erwin saat melakukan rapat kerja (raker) terkait strategi dan program kerja BI 2019-2020 dengan Komisi XI DPR di Jakarta.

Ketika suku bunga rendah, semakin banyak pihak yang meminjam uang dan memicu peningkatan jumlah uang beredar. Kondisi itu berisiko mengerek inflasi.

Selain inflasi, menurut Erwin, BI juga memperhitungkan porsi dana dari pihak asing dalam Surat Berharga Negara (SBN) yang cukup besar, yaitu 37 persen. Begitu juga dana milik pihak asing di pasar modal porsinya mencapai 50 persen.

SBN merupakan surat pengakuan utang yang telah dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh negara. Apabila nilai tersebut rendah akibat suku bunga yang kecil, otomatis pendapatan negara pun berkurang.

Tak hanya itu, Erwin mengatakan BI juga harus mengkaji dan membandingkan nilai suku bunga Indonesia dengan negara berkembang lainnya seperti India, Filipina dan Malaysia. Sebab, dengan suku bunga acuan yang lebih rendah, otomatis imbal hasil yang diberikan Indonesia akan rendah.

Hal itu berisiko memicu pelarian modal (capital outflow) yang dapat menekan nilai tukar.

“Kami tidak bisa menurunkan begitu saja (suku bunga acuan) sehingga kami mungkin kalah dengan negara peer kita. Jangan sampai capital outflow ke negara-negara tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, melihat porsi asing yang tinggi di SBN, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan BI akan fokus mencoba menstabilkan kondisi dengan menaikkan porsi domestik.

“Oleh karena itu, pemerintah dan BI mengajak surat berharga retail, mengajak dana pensiun, asuransi untuk meningkatkan proporsi domestiknya,” ungkap Dody.

Pada tahun ini, bank sentral sendiri sudah menurunkan suku bunga acuan sebanyak empat kali dengan total 100 bps. Terakhir kali, pada September 2019, BI memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke posisi 5,25 persen. Tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility juga turun ke 4,75 persen dan 6,25 persen.

Dody menilai, saat ini, merupakan waktu yang tepat untuk BI menurunkan suku bunga acuan untuk mendorong perekonomian.

“Saatnya kami memberikan stimulus karena kami lihat sekarang momentum pertumbuhan risikonya bisa relatif kami kendalikan. Stabilitasnya bisa kami jaga,” tuturnya. (cnn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Turuti Jokowi, Menko Airlangga Kaji Penurunan Bunga KUR

Next Post

Krisis Jiwasraya, Erick Thohir Tak Mau Asal Suntik Dana

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Krisis Jiwasraya, Erick Thohir Tak Mau Asal Suntik Dana

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara