Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

Dampak Quantitative Easing BI Sudah Signifikan

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2021-01-25
in Ekonomi, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id -Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, kebijakan quantitative easing (QE) yang sudah diberikan Bank Indonesia (BI) sepanjang tahun lalu telah memberikan dampak signifikan kepada perbankan. Tapi, masih ada beberapa catatan yang harus diperbaiki untuk kebijakan bank sentral tahun ini.

Yusuf menuturkan, kebijakan QE yang terutama berdampak adalah pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM). Hal ini kemudian yang berakibat pada longgarnya  kondisi likuiditas perbankan. “Terbukti dari rasio alat likuid terhadap DPK yang berada pada level yang aman, artinya stabilitas perbankan berhasil dijaga,” tuturnya saat dihubungi Republika, Ahad (24/1).

Sebenarnya, Yusuf menambahkan, kebijakan QE dari BI sudah relatif baik. Hanya saja, dari konteks pemulihan ekonomi nasional, tentu BI tidak bisa bekerja sendiri, perlu ada kerjasama dengan pihak lain.

Yusuf memberikan contoh, kebijakan QE telah berhasil menurunkan kredit modal kerja, namun transmisi penurunannya relatif masih lambat. Penurunan kredit modal kerja pun belum bisa dioptimalkan karena proses pemulihan ekonomi berjalan lambat karena penanganan dari sisi kesehatan yang tidak berjalan secara optimal.

Secara keseluruhan, Yusuf menuturkan, pekerjaan rumah kebijakan moneter  berada pada proses transmisi suku bunga acuan ke suku bunga kredit yang relatif lambat. “Padahal sekali lagi, suku bunga kredit ini jika diibaratkan merupakan ‘darah’ bagi perekonomian, karena ini merupakan salah satu alat untuk menggerakan likuiditas ke sektor-sektor produktif,” katanya.

Disamping itu, Yusuf menyebutkan, momentum Covid-19 juga bisa dijadikan BI untuk lebih aktif dalam proses pembiayaan yang dilakukan oleh pemerintah.

Sebelumnya, pada Kamis (21/1), Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan, bank sentral telah menginjeksi likuiditas ke perbankan sebanyak Rp 726,57 triliun sepanjang tahun lalu. Sekitar Rp 155 triliun di antaranya bersumber dari penurunan GWM dan ekspansi moneter sekitar Rp 555,77 triliun.

Kebijakan QE akan terus berlanjut pada tahun ini. Hingga Selasa (19/1), BI telah melakukan ekspansi moneter hingga RP 7,44 triliun.(msn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Ini progres proyek hilirisasi nikel Aneka Tambang (ANTM)

Next Post

Pemerintah harus segera selesaikan komitmen investasi yang mandek

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Pemerintah harus segera selesaikan komitmen investasi yang mandek

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara