Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

Kemenkeu Belum Sediakan Anggaran untuk Kementerian Baru

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2019-09-25
in Ekonomi, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

KeuanganNegara.id- Kementerian Keuangan mengaku belum mengalokasikan anggaran khusus di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 untuk kementerian baru yang rencananya akan dibentuk Presiden Joko Widodo di periode kedua pemerintahannya.

Pasalnya, anggaran kementerian dan lembaga (k/l) di dalam APBN hanya dialokasikan bagi instansi pemerintah yang sudah jelas fungsi dan tujuannya. “Tidak kami anggarkan karena kan APBN ini bagi k/l yang sudah pasti,” jelas Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani, Selasa (24/9).

Meski demikian menurutnya, jika nantinya Jokowi benar-benar jadi membentuk kementerian baru, maka terdapat dua modifikasi anggaran yang bisa dilakukan pemerintah.

Pertama, jika kementerian baru tersebut berasal dari peleburan dua instansi yang berbeda, maka nanti anggarannya bisa digabungkan. Kedua, jika instansi itu benar-benar baru, maka anggaran sementara bisa diberikan melalui penyangga fiskal (fiscal buffer) yang sudah dicadangkan di dalam APBN.

Askolani mengatakan, setiap tahunnya pemerintah memang mengalokasikan fiscal buffer jika terjadi hal-hal yang tidak terduga yang bisa mempengaruhi APBN. Misalnya, perubahan asumsi harga minyak sehingga subsidi membengkak atau menjaga belanja agar defisit APBN bisa ditekan.
Adapun di tahun depan, pemerintah menaruh fiscal buffer sebesar Rp10 triliun, di mana angka ini memang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, ia menegaskan bahwa fiscal buffer ini tidak khusus mengantisipasi pembentukan kementerian baru, namun untuk mengantisipasi dinamika ekonomi global yang bisa berdampak ke APBN.

“Kalau ada kementerian baru, kami bisa gunakan fiscal buffer (untuk anggaran). Tapi kan ini bukan khusus untuk kementerian baru,” jelas dia.

Sesuai APBN 2020, pemerintah rencananya akan menggelontorkan belanja k/l sebesar Rp909,6 triliun atau bertumbuh 6,39 persen dibanding tahun ini yakni Rp854,9 triliun. Dari jumlah tersebut, Kementerian Pertahanan mendapatkan alokasi belanja terbesar sebanyak Rp131,2 triliun yang disusul oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp120,2 triliun, dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebesar Rp104,7 triliun.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan akan membentuk kementerian baru di dalam masa pemerintahannya yang kedua. Hanya saja, ia enggan menyebut nama kementerian yang akan dibentuknya tersebut.

“Ada (perubahan nomenklatur). Ada yang digabung, ada yang muncul yang baru,” ujar Jokowi pada bulan lalu. (cnn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Ekonomi Digital Tak Maksimal Tanpa Akses Listrik

Next Post

Pidato Trump di PBB Bikin Harga Minyak Anjlok 2 Persen

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Pidato Trump di PBB Bikin Harga Minyak Anjlok 2 Persen

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara