Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

Koperasi Jangan Terbebani dengan Tren Revolusi Industri 4.0

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2019-08-26
in Ekonomi, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0


KeuanganNegara.id-
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mengingatkan para pengelola koperasi untuk tidak menjadikan tren revolusi industri 4.0 sebagai beban. Sebaliknya, koperasi harus memanfaatkan tren digitalisasi untuk tetap dapat eksis.

“Saat revolusi industri 1.0 era mesin uap menggantikan peran manusia. Kala itu, orang pun mulai berhimpun bersama membangun satu kekuatan ekonomi bersama,” kata Sekretaris Kemenkop UKM Rully Indrawan dalam siaran pers.

Rully menyebut, pada era revolusi industri pertama mulai lahir koperasi moderen. Kala itu, tumbuh kelompok sosial melakukan kegiatan bisnis. Artinya, revolusi industri hanya merupakan perubahan perilaku di masyarakat dan fase peradaban di dunia industri.

Menurutnya, setelah melewati beberapa fase revolusi industri, koperasi tetap tumbuh di seluruh dunia, termasuk Indonesia. “Koperasi di seluruh dunia mampu menciptakan lapangan kerja sebanyak 600 juta orang. Itu menjadi bukti kemampuan pelaku koperasi di dunia,” kata dia.

Namun, ia mengingatkan, perubahan fundamental tersebut tidak serta merta meninggalkan prinsip dasar sebuah koperasi, yaitu budaya kerjasama dan gotong royong. “Koperasi tidak akan musnah ditelan zaman, selama kita masih sadar tidak bisa hidup sendiri,” kata dia menambahkan.

Rully berpendapat, jika terdapat koperasi yang tidak berkembang maka itu merupakan masalah internal di koperasi tersebut. Bisa jadi, pengurus koperasi kurang kreatif atau hanya menunggu bantuan pemerintah dan APBD.

Ketua Harian Dewan Koperasi Nasional (Dekopin) Agung Sudjatmoko mengklaim sudah banyak koperasi yang menorehkan prestasi. Ada koperasi yang sudah unggul di tingkat dunia.

Misalnya, Koperasi Kisel yang sudah masuk jajaran 300 koperasi besar dunia dengan menduduki ranking 94. “Sudah banyak pula koperasi yang memiliki aset dan omzet di atas Rp 5 triliun,” katanya

Agung mengingatkan baik buruknya sebuah koperasi ada di tangan pengurus dan manajemen pengelola koperasi. Karena itu, koperasi diminta merubah perilaku dengan tidak sekadar meminta-minta fasilitas dari pemerintah.

Pengurus koperasi harus mampu menjadikan koperasi sebagai perusahaan yang dimiliki bersama para anggotanya. Pada zaman ekonomi digital seperti sekarang, koperasi harus dapat dikelola secara moderen.

Koperasi harus nampu melakukan perubahan, revolusi, dan transformasi menjadi organisasi yang efisien, profesional, dan fokus membangun bisnisnya.  “Koperasi saat ini juga harus memiliki kemampuan menangkap peluang usaha yang ada di masyarakat. Intinya, koperasi harus sudah berbasis teknologi,” kata dia. (cnn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Pembangunan Jalur Kereta Bandara Dilelang Kemenhub

Next Post

Ekonom Menilai Suntikan Modal Negara ke BUMN Bebani APBN

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Ekonom Menilai Suntikan Modal Negara ke BUMN Bebani APBN

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara