Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

OECD: Ekonomi RI Bisa Minus 3,9 Persen Jika Ada Gelombang Kedua Corona

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2020-06-13
in Ekonomi, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id -Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memroyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi atau minus 2,8 persen hingga 3,9 persen.

Angka tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan skenario sangat berat oleh pemerintah yang memerkirakan pertumbuhan ekonomi tumbuh negatif 0,4 persen.

Sementara untuk skenario berat, perekonomian diperkirakan masih tumbuh 2,4 persen.

Kepala Ekonom OECD Laurence Boone memaparkan, pada outlook kali ini OECD menggunakan dua skenario, tergantung pada penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah Indonesia.

Untuk skenario pertama, Indonesia hanya mengalami pukulan Covid-19 sebanyak satu kali dan bisa menghindari gelombang kedua penularan virus corona.

Pertumbuhan ekonomi untuk skenario pertama diperkirakan sebesar -2,8 persen dengan konsumsi rumah tangga atau swasta mengalami kontraksi sebesar 3,1 persen.

“PDB tumbuh melambat pada kuartal pertama tahun 2020, terbebani oleh konsumsi rumah tangga dan investasi yang lemah,” jelas Boone dalam laporan OECD.

Pada skenario pertama, defisit neraca berjalan (CAD) bakal sebesar 2,8 persen.

Baik ekspor dan impor pun mengalami kontraksi tahun ini. Laju ekspor diperkirakan tumbuh negatif 5,9 persen sementara impor tumbuh negatif 7,4 persen.

Adapun untuk skenario kedua, jika gelombang kedua terjadi di Indonesia maka perekonomian akan mengalami kontraksi hingga 3,9 persen.

Dengan demikian, kinerja ekspor dan impor pun mengalami tekanan yang lebih besar. Laju ekspor diperkirakan bakal mengalami kontraksi sebesar 7,4 persen dan laju impor tertekan hingga 9,1 persen.

Untuk tahun depan, OECD memprediksi laju pertumbuhan ekonomi akan membaik. Perekonomian Indonesia diperkirakan bakal tumbuh di kisaran 2,6 hingga 5,2 persen pada 2021.

Sementara itu, Bank Dunia memerkirakan, perekonomian Indonesia bisa tumbuh di kisaran 4,8 persen.

Menurut OECD, dengan kontraksi yang cukup dalam pada kuartal II dan lonjakan pengangguran, pemulihan perekonomian diharapkan bakal terjadi pada kuartal ketiga.

Pasalnya, pemerintah telah melakukan langkah-langkah penanganan pandemi serta kepercayaan konsumen perlahan kembali.(msn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

SKK Migas: Lifting Migas RI Telah Capai 90% dari Target APBN 2020

Next Post

Program Tapera, Ini Syarat, Cara dan Iuran Wajib Bayar Pekerja

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Program Tapera, Ini Syarat, Cara dan Iuran Wajib Bayar Pekerja

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara