[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]
KeuanganNegara.id -Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo bersinergi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Gorontalo mengadakan Partisipasi Edukasi Publik (PEP). Langkah itu dengan menggandeng komunitas Pasar Liluwo sebagai pasar tradisional percontohan yang mengimplementasikan QRIS.
Kepala Perwakilan BI Gorontalo Budi Widihartanto mengatakan kegiatan PEP dihadiri 25 pedagang pasar dan 45 UMKM. Dalam hal ini, pada 2021, Bank Indonesia akan berfokus pada implementasi QRIS ke berbagai lapisan masyarakat dengan tujuan meningkatkan pemahaman terhadap QRIS.
“Dan juga meningkatkan gairah penggunaannya dari segi suplai dan permintaan pelaku ekonomi di Provinsi Gorontalo,” ujarnya, dilansir dari Antara, Jumat, 12 Maret 2021.
Sasaran peserta untuk kegiatan ini adalah untuk pasar tradisional dan UMKM dengan harapan dapat mewujudkan ekosistem digital, khususnya pembayaran nontunai di Gorontalo. Diharapkan berharap kegiatan ini bisa memahami dan langsung mengimplementasikan QRIS di usaha mereka agar dapat langsung mengimplementasikan QRIS.
“Agar transaksi pembayaran dapat dilaksanakan secara cepat, murah, mudah, aman, dan handal,” jelasnya.
Kantor Perwakilan BI Gorontalo menargetkan merchant QRIS mencapai 31 ribu pada 2021 ini guna setelah mendukung target 12 juta merchant secara nasional. Pada tahun sebelumnya implementasi QRIS di Gorontalo mencapai 15 ribu merchant.
“Bank Indonesia akan terus mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan, salah satunya melalui akselerasi 12 juta merchant QRIS di 2021,” pungkas Budi.




Discussion about this post