Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

Buwas Pede RI Tak Perlu Impor Beras Hingga Akhir Tahun

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2020-07-03
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id -Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso optimistis, Indonesia tidak perlu mengimpor beras hingga akhir tahun.

Ini meskipun ada peringatan Food Agriculture Organization (FAO) tentang ancaman krisis pangan dunia akibat kekeringan yang melanda.

Ia meyakini produksi beras dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun. Ini dikuatkan dengan penghitungan Kementerian Pertanian yang memperkirakan pasokan beras tahun ini surplus 5-6 juta ton.

“Pengalaman saya dua tahun di Bulog, saya membuktikan selama kepemimpinan, kami tidak pernah mengimpor. Insya Allah sampai tahun ini tidak impor beras sebutir pun,” katanya webinar Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju.

Buwas, sapaan akrabnya, menyatakan beras asal Indonesia memang masih kalah bersaing dengan beras impor, terutama dari segi harga.

Ia mencontohkan, seperti beras impor kualitas premium yang hanya dihargai Rp6.500 per kilogram saat tiba di pelabuhan Indonesia. Sementara, dengan kualitas yang sama harga beras dalam negeri sesuai acuan pemerintah berkisar Rp12.000-Rp13.000 per kilogram.

Perbedaan harga ini dikarenakan, sistem budidaya pertanian di Indonesia masih konvensional, sehingga memakan biaya produksi yang besar. Sementara di luar negeri, sudah menerapkan mekanisme yang lebih modern.

Dalam kondisi menghadapi krisis pangan, memang mengimpor beras akan jauh lebih efisien. Namun, Buwas menegaskan, persoalan impor beras juga menyangkut kehidupan jutaan petani dalam negeri.

Terlebih Indonesia merupakan negara agraris, yang sudah seharusnya memegang prinsip mampu memproduksi beras sendiri untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

“Ini soal harga diri kita, sebagai negara agraris harusnya enggak boleh impor pangan. Kita harus berpihak kepada petani dan menguatkan segala aspek, terutama pangan,” katanya.

Oleh sebab itu, Buwas memastikan Bulog akan memenuhi tugasnya dalam melakukan penyerapan beras dari para petani guna menjamin pasokan dan mendorong perekonomian.

Hingga Juni 2020 Bulog telah menyerap 700 ton beras dari petani atau mencapai 50 persen dari target tahun ini yang sebanyak 1,4 juta ton.

Adapun saat ini total stok beras Bulog masih berkisar 1,4 juta ton. Bulog sendiri sebensarnya memiliki kapasistas gudang hingga 3,6 juta ton beras.

“Jadi saya bertahan untuk enggak impor, karena memang juga Mentan menyakinkan kalau produksi kita surplus,” pungkasnya.(msn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Kementerian BUMN akan Luncurkan Employer Branding

Next Post

Selain Indonesia, Ada 6 Negara Lain yang Naik “Kelas” Menurut Bank Dunia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Selain Indonesia, Ada 6 Negara Lain yang Naik "Kelas" Menurut Bank Dunia

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara