Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

Cerita Buwas soal Birokrasi Lelet yang Bikin Harga Gula Meroket

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2020-04-10
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id-Gula menjadi salah satu bahan pokok yang dicari masyarakat tak terkecuali di tengah serangan virus corona. Namun, saat ini harga gula melambung sampai Rp 20.000 per kg karena pasokan menipis

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menegaskan tidak ingin kondisi tersebut terjadi. Ia mengaku sebenarnya sudah memprediksi pasokan gula yang dibutuhkan masyarakat khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Sehingga pihaknya sudah mengajukan permohonan impor gula mentah (raw sugar) pada November 2019. Rencananya gula mentah itu akan dikelola oleh pabrik milik Bulog. Namun, perizinan untuk mengimpor gula ternyata berbelit-belit.

“Saat ini pabrik sudah selesai masa gilingnya, jadi harus disuplai raw sugar sehingga bisa menyetok gula yang dibutuhkan. Namun baru bisa direalisasikan akhir Maret karena begitu sulitnya birokrasi yang kami tempuh, sehingga tidak bisa menggiling gula untuk kepentingan-kepentingan (pasokan),” kata Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, saat rapat virtual bersama Komisi IV DPR.

Selain itu, Buwas mengungkapkan pada Februari 2020 pasokan sudah mendesak untuk dipenuhi, harga gula sudah mulai naik. Ia lalu mengusulkan impor Gula Kristal Putih (GKP). Lagi-lagi langkah yang diusulkannya tidak bisa dijalankan karena birokrasi.

“Kami mengusulkan impor GKP itu juga ternyata tidak langsung mudah turun karena harus melalui prosedur dan sulit sekali, yang pada akhirnya terlambat semua dan sehingga stok di pasaran sangat tipis. Nah ini dampak daripada mahalnya gula,” ungkap Buwas.

Melihat kondisi tersebut, Buwas lalu memaksa pada akhir Maret untuk bisa mengimpor GKP minimal 20 ribu ton. Ia berupaya agar langkah itu bisa terealisasi secepatnya untuk memenuhi pasokan di dalam negeri. Hanya saja, dalam pelaksanaanya selalu saja terlambat.

“Ini semua perlu kami sampaikan, sebenarnya semua ini bukan kami tidak siap (tapi) karena selama ini Bulog itu selalu harus mendapatkan izin penugasan melalui prosedur di Rakortas setelah itu baru memutuskan Bulog dapat penugasan. Ini yang mengakibatkan kami ada kesulitan untuk mengadakan,” ungkap Buwas.

Lebih lanjut, Buwas menyatakan Bulog bakal terus berupaya maksimal dalam penyediaan pasokan gula di dalam negeri. Selain itu, ia juga tetap memperhatikan prediksi kebutuhan gula seperti dengan melihat data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kami hari ini tetap berusaha barang-barang ini sampai di seluruh Indonesia. Kami sudah mendapatkan bantuan pertama kali, kami baru bisa mendatangkan 5 ribu ton ini gula yang gula putih. Kami itu juga dapat bantuan dari pabrik gula di Lampung yaitu Gulaku 15 ribu ton. Ini pun kami sedang distribusikan,” tutur Buwas.(msn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

BI perkirakan inflasi bulan April 2020 lebih rendah dan terkendali

Next Post

Jumlah Penerima dan Besaran Kartu Sembako Ditambah

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Jumlah Penerima dan Besaran Kartu Sembako Ditambah

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara