Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

Kemenkop UKM sebut 8 komoditas akan masuk program korporasi pangan

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2020-11-19
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id -Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki menuturkan pihaknya mendorong para petani, pekebun, dan nelayan yang sebagian besar tergolong pelaku UMKM di Indonesia untuk mulai berkonsolidasi dan membangun korporatisasi petani melalui koperasi.

Persoalan yang kini dihadapi di sektor pertanian rakyat di Indonesia ialah masih bersifat perorangan dengan lahan yang sempit, tidak berskala ekonomi, tidak didukung oleh tata kelola yang modern dan tidak didukung oleh industri hulu dan hilir.

“Solusi kami adalah bagaimana mendorong untuk membangun kelembagaan usaha yang dikelola secara profesional dalam skala ekonomi, ini yang saya kira kita ingin lakukan,” kata Teten saat acara Jakarta Food Security Summit yang digelar secara virtual, pada Rabu (18/11).

Sektor pertanian, perkebunan, perhutanan termasuk perikanan memiliki kontribusi terhadap PDB itu baru 13%. Kemudian Teten menambahkan persentasi jumlah UMKM terbesar ada di sektor pertanian 51,2%. Dimana tantangan sektor pangan saat ini ialah rantai pasok yang rumit.

“Tantangan di sektor pangan mulai dari petani, pengepul, pengepul besar, pasar induk, pasar tradisional sampai konsumen. Lalu di sektor produksi di dominasi oleh petani-petani kecil berlahan sempit, nelayan kecil dalam skala non ekonomi, peternak berlahan sepit,” ungkap Teten.

Oleh karenanya Teten menerangkan pihaknya kini telah memetakan koperasi di sektor pangan yang potensial untuk didorong menjadi koperasi modern.

“Kami sedang mengexcercise sekitar 8 komoditas pangan untuk masuk dalam korporatisasi petani,” jelasnya.

Saat ini koperasi nelayan baru ada sekitar 14%, koperasi peternakan baru 3%, koperasi kehutanan baru 2%, koperasi pertanian termasuk koperasi unit desa (KUD) juga baru 33%, koperasi perkebunan 15%. “Kami ingin simpulkan korporat tani itu belum ada disini,” imbuhnya.

Terdapat 7 koperasi yang menjadi pilot project yakni KSU Citra Kinaraya, Demak – Jateng (Komoditas Beras premium specialty), Koperasi Berkah Multi Generasi, Bandung – Jabar (Komoditas Kentang), dan KPMK Pangandaran – Jabar (Komoditas Kelapa).

Kemudian Koperasi Rakyat Halmahera – Maluku Utara (Komoditas Kelapa), KAN Jabung, Malang – Jatim (Komoditas Tebu/Susu), Koperasi Pugar Ronggolawe Makmur, Tuban – Jatim (Komoditas Garam), dan KPSP Saluyu, Kuningan – Jabar (Komoditas Susu).(msn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Ini upaya Sri Mulyani cegah korupsi dalam pengelolaan keuangan negara

Next Post

Mendagri bisa berhentikan kepala daerah yang langgar protokol kesehatan

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Mendagri bisa berhentikan kepala daerah yang langgar protokol kesehatan

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara