[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]
KeuanganNegara.id -PT Kereta Api Indonesia (persero) atau PT KAImeraup pendapatan sebesar Rp 3,4 triliun sepanjang kuartal I 2021, atau turun dari kuartal I 2020 yang sebesar Rp 5,3 triliun. Perusahaan menyebut penyebabnya masih karena jumlah penumpang kereta api jarak jauh yang akibat terdampak Covid-19.
“Covid-19 masih sangat berimbas pada jumlah penumpang,” kata Vice Presiden Public Relations KAI Joni Martinus saat dihubungi di Jakarta, Minggu, 2 Mei 2021.
Penurunan pendapatan ini sebenarnya sudah terjadi sepanjang 2020. Saat itu, pendapatan KAI di akhir tahun mencapai Rp 18,07 triliun, turun dari 2019 yang sebesar Rp 26,25 triliun.
Sementara itu, KAI juga mencatat rugi tahun berjalan sepanjang kuartal I 2021 sebesar Rp 315,9 miliar. Nilai ini turun dari kuartal I 2020 yang mencetak laba sebesar Rp 276,7 miliar.
Lalu, jumlah aset lancar dan tidak lancar KAI masih stagnan dibandingkan kuartal I 2020, masing-masing di kisaran Rp 9 triliun dan Rp 44 triliun. Total aset pada kuartal I 2021 sebesar Rp 53,7 triliun.
Terakhir, liabilitas jangka pendek dan panjang juga masih stagnan, masing-masing di kisaran Rp 9 triliun dan Rp 27 triliun. Sehingga, total liabilitas per kuartal I 2021 sebesar Rp 37,07 triliun.
Laporan keuangan kuartal I 2021 (tidak diaudit) ini disampaikan PT KAI ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 28 April 2021. Laporan pun sudah dipublikasikan di Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 Mei 2021.




Discussion about this post