Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

Likuiditas berlebih, yield SBN tenor di bawah 1 tahun lebih rendah dari bunga acuan

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2021-05-30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id -Imbal hasil atau yield Surat Berhaga Negara (SBN).yang jatuh tempo di bawah satu tahun kini berada di level yang rendah. Pada lelang SBN Selasa (25/5), yield tertimbang yang dimenangkan untuk seri SPN yang jatuh tempo pada 27 Mei 2022 sebesar 3,35%. Yield tersebut jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan suku bunga acuan saat ini yang sebesar 3,5%.

Kendati demikian, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto menilai, kecilnya yield SBN dengan jatuh tempo di bawah satu tahun merupakan hal yang wajar jika mengingat kondisi saat ini.

“Saat ini, trennya memang suku bunga rendah, belum lagi terjadi over likuiditas, khususnya pada kelompok perbankan. Tak mengherankan, jika seri bertenor di bawah satu tahun akhirnya yieldnya tertekan seiring tingginya demand terhadap seri ini,” kata Ramdhan kepada Kontan.co.id, Jumat (28/5).

Ia menjelaskan, walaupun yield kecil, SBN dengan tenor di bawah satu tahun tetap jadi pilihan menarik mengingat instrumen ini bebas risiko. Belum lagi, juga jauh lebih likuid jika dibandingkan dengan deposito.

Ramdhan menambahkan, dengan kondisi over likuiditas saat ini, instrumen bertenor pendek memang mengalami peningkatkan, baik itu obligasi korporasi maupun reksadana pasar uang. Menurutnya, semua instrumen tetap menarik untuk kondisi saat ini, asal disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.

“Obligasi korporasi dengan tenor satu tahun saat ini untuk yang rating AA ke atas, bisa menawarkan imbal hasil 6%. Dengan penerbit yang punya nama baik, sejarah yang baik, permintaannya selalu oversubscribe,” imbuh Ramdhan.

Ke depan, Ramdhan melihat, besaran imbal hasil SBN di bawah satu tahun akan stabil pada level saat ini. Menurutnya, yield akan kembali mulai naik lagi ketika bank sentral Indonesia maupun global sudah mulai menaikkan suku bunga acuannya.

Sementara dari sisi permintaan masih juga akan tetap tinggi sekalipun imbal hasilnya lebih kecil dari suku bunga acuan. Pasalnya, dengan adanya over likuiditas saat ini, maka mau tak mau, investor dengan horizon jangka pendek akan memilih SBN di bawah satu tahun karena jauh lebih aman dari sisi risiko serta volatilitas yang lebih stabil.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Kemnaker Panggil Manajemen dan Pekerja Indomaret Soal Kisruh THR

Next Post

Harga batubara naik dan rencana pajak karbon, cek rekomendasi saham emiten batubara

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Harga batubara naik dan rencana pajak karbon, cek rekomendasi saham emiten batubara

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara