Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

OJK: Kredit Tumbuh Lebih Cepat di Daerah Ketimbang Kota Besar

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2021-03-08
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id -Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso menilai, pertumbuhan kredit akan lebih moncer di daerah ketimbang di kota-kota besar.

Diketahui, pertumbuhan kredit pada tahun 2021 ini diprediksi bakal lebih tinggi dibanding 2020.

Pada awal 2021 saja, pertumbuhan kredit di Jawa Tengah mencapai 2,01 persen.

“Sedangkan (pertumbuhan kredit secara) nasional pada Desember -4,9 persen, Januari sidah lebih kecil -1,92 persen. Jawa Tengah sudah 2,01 persen, lantas tentunya ruang pertumbuhan di daerah lebih besar,” kata Wimboh dalam Sarasehan Industri Jasa Keuangan di Jawa Tengah dan DIY secara virtual, Senin (8/3/2021).

Wimboh menyebut, Bank Pembangunan Daerah (BPD) juga mencatat pertumbuhan kredit yang signifikan di tahun 2020.

Secara total, kredit BPD mampu tumbuh 5,6 persen saat yang lain masih terkontraksi.

“Kami yakin di daerah lebih cepat recover dibandingkan kota-kota besar,” papar Wimboh.

Menurut Wimboh, pertumbuhan kredit yang begitu signifikan di wilayah tak lepas dari program inklusi keuangan di daerah tersebut dan kebijakan restrukturisasi OJK.

Selama pandemi, masyarakat lebih selektif menggunakan produk keuangan yang aman, termasuk pembiayaan mikro, asuransi, tabungan, dan sebagainya.

Berdasarkan catatan OJK, jumlah kredit yang mendapat restrukturisasi di perbankan sebesar Rp 987,5 triliun.

Restrukturisasi diberikan kepada 7,9 juta debitur.

Restrukturisasi didominasi oleh sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar 6,2 juta debitur dengan baki debet sebanyak Rp 388,3 triliun.

“Kalau (restrukturisasi) tidak dilakukan maka para nasabah dikategorikan macet. Konsekuensinya ada dua hal, nasabah nyari kredit lagi sulit, langsung masuk blacklist. Banknya mendapat beban karena harus membentuk CKPN,” ucap Wimboh.

Wimboh menuturkan, tren restrukturisasi sudah mengalami penurunan. Sebagian besar debitur sudah mampu mengangsur tagihannya kembali.

Namun, OJK masih memiliki tugas untuk mempercepat proses pembayaran kembali usai restrukturisasi berjalan lebih cepat.

Harapannya, dana tersebut bisa ditransformasi perbankan menjadi kredit lagi.

“Kita yakin kalau kredit naik, bank-bank bisa menurunkan suku bunga lebih besar. Berbagai hal ini jadi PR kita, kita sinergi dengan K/L dan Bank Indonesia yang punya policy (kebijakan) mempercepat pemulihan ekonomi di 2021,” pungkas Wimboh.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Jokowi dorong ekonomi Indonesia bergeser dari komoditi ke teknologi

Next Post

Lapor SPT Tahunan, Menkeu Ajak WP Lapor Sebelum Tenggat Waktu

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Lapor SPT Tahunan, Menkeu Ajak WP Lapor Sebelum Tenggat Waktu

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara