Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

Perjanjian Dagang RCEP Diyakini Genjot Ekspor Indonesia

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2020-11-16
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id -Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto yakin perjanjian perdagangan yakni Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)  bakal menggenjot ekspor Indonesia. RCEP juga bakal mempercepat pemulihan ekonomi global di tengah pandemi covid-19.

“RCEP akan memberikan efek berlanjut perekonomian bagi kinerja ekspor Indonesia dan merupakan pencapaian tersendiri bagi Indonesia di kancah perdagangan internasional,” kata Agus di Istana Bogor, Jawa Barat.

Agus mengatakan RCEP diinisiasi oleh Indonesia sejak 2011. Proses perundingan yang hampir 10 tahun akhirnya rampung bertepatan dengan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 RCEP hari ini.

RCEP merupakan kesepakatan perdagangan regional terbesar di dunia. Perjanjian itu bakal mendorong pemulihan ekonomi dari resesi global.

Keuntungan lainnya, kata Agus, RCEP bakal mendorong Indonesia lebih dalam pada rantai pasok global dengan memanfaatkan backward linkage, yakni memenuhi kebutuhan bahan baku atau bahan penolong yang lebih kompetitif dari negara RCEP lainnya.

“Serta forward linkage yakni dengan memasok bahan baku atau bahan penolong ke negara RCEP lainnya,” papar Agus.

Agus mengatakan Indonesia harus memanfaatkan momen ini untuk memperbaiki iklim investasi, mewujudkan kemudahan lalu-lintas barang dan jasa, serta meningkatkan daya saing infrastruktur dan suprastruktur ekonomi. Seluruh upaya itu harus rutin dipantau sambil merespons tren konsumen dunia.

Presiden Joko Widodo menandatangani perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Perjanjian itu menjadi bukti komitmen Indonesia mendukung multilateralisme.

“Hari ini merupakan hari yang bersejarah. Penandatanganan ini menandai masih kuatnya komitmen kita terhadap multilateralisme ” kata Jokowi dalam pidatonya secara virtual di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 RCEP dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu, 15 November 2020

RCEP menandai komitmen negara-negara terhadap prinsip perdagangan multilateral yang terbuka, adil, dan menguntungkan semua pihak. Hal ini memberikan harapan dan optimisme baru bagi pemulihan ekonomi pascapandemi di kawasan.

Jokowi mengatakan RCEP juga merupakan simbol komitmen pemimpin negara di kawasan terhadap paradigma win-win yang mengutamakan kepentingan bersama. Komitmen itu terdiri atas perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan ASEAN di kawasan Indo-Pasifik.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam KTT ke-4 RCEP dan dalam acara penandatanganan RCEP yaitu Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.(msn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Permintaan lelang SUN pekan depan diyakini masih tinggi

Next Post

Meski Ada RCEP, Mendag Pasikan Tetap Selektif untuk Impor

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Meski Ada RCEP, Mendag Pasikan Tetap Selektif untuk Impor

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara