Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

JK: Ketidakpastian Ekonomi Global Terburuk Sejak Krisis 2008

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2019-08-08
in Ekonomi, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

KeuanganNegara.id– Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai ekonomi global saat ini mengalami ketidakpastian yang besar. Kondisi itu bahkan menjadi yang terburuk setelah krisis ekonomi global 2008 lalu.

Sebagai informasi, krisis global 2008 bermula dari krisis ekonomi di Amerika Serikat (AS) yang lantas menyebar ke negara lain, termasuk Indonesia. Saat itu, krisis di Negeri Paman Sam dipicu kegagalan pembayaran kredit sektor properti hingga menjadi tumpukan utang yang memperburuk kondisi likuiditas di pasar keuangan.

Kondisi ini menyebabkan perusahaan keuangan besar Lehman Brothers dan Goldman Sachs bangkrut dan menyebar ke seluruh sektor, hingga menjadi persoalan ekonomi global.

“Situasi saat ini, itu ketidakpastian yang besar setelah krisis tahun 2008. 10 tahun lalu,” katanya, Rabu (7/8)

Ia menyebut ekonomi mengalami ketidakpastian besar lantaran terjadi berbagai konflik antar negara.

Pertama, perang dagang AS-China yang tak kunjung reda. Terbaru, Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif tambahan 10 persen terhadap impor barang asal China senilai US$300 miliar mulai 1 September mendatang. China pun menjawab rencana Trump melemahkan nilai tukar yuan China. Kebijakan ini membuat ekspor China menjadi lebih murah sehingga mampu menutupi sebagian dari beban tarif yang diberlakukan oleh AS.

Kedua, rencana Inggris keluar dari Uni Eropa atau British Exit (Brexit). Namun, kelompok oposisi yang dipimpin Ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn menolak usulan skema Brexit. Imbasnya, selama tiga tahun sejak referendum Inggris tak kunjung hengkang sehingga berujung pada krisis politik.

Ketiga, selisih dagang Jepang dan Korea Selatan setelah pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe menetapkan kebijakan pembatasan ekspor bahan baku ponsel pintar (smartphone) ke Negeri Ginseng. Pembatasan ekspor itu disebut akan mempengaruhi raksasa teknologi Korea seperti Samsung Electronics, SK Hynix, dan LG Electronics, hingga pasar teknologi global.

Meski konflik yang terjadi hanya menyangkut beberapa negara, namun JK menyebut kondisi itu mempengaruhi ekonomi dunia, termasuk Indonesia.

Ucapan JK bukan isapan jempol belaka. Terbukti, ketika perang dagang AS-China memanas, nilai tukar rupiah dan beberapa mata uang Asia lainnya jeblok. Namun, mata uang kembali menguat seiring meredanya tensi perang dagang AS-China. (cnn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

PUPR Siapkan 10 Program Lanjutan ‘Sejuta Rumah’

Next Post

Bertemu Mahathir, Jokowi Bahas Diskriminasi Sawit oleh Eropa

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Bertemu Mahathir, Jokowi Bahas Diskriminasi Sawit oleh Eropa

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara