Pemerintah Minta E-Commerce Cantumkan Pajak Impor di Harga Transaksi

KeuanganNegara.id- Pemerintah bakal meminta pelaku usahae-commercemenampilkan informasi pajak barang impor pada setiap harga transaksi produk yang akan dijual kepada konsumen. Aturan ini, diharapkan bisa menciptakan transparasi publik, sekaligus memberikan kemudahan administrasi bea cukai.

 

Kami mintaplatformuntuk menambahkan harga transaksinya ke dalam pungutan pajak impor. Nanti, itu akan diserahkan ke bea cukai. Ini adalahpolicyyang akan coba kami lakukan,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi di kantornya, Jakarta, Sabtu (14/9).Heru menjelaskan, langkah tersebut bukan merupakan pungutan baru atas pajake-commerce,melainkan hanya sebagai peralihan pencatatan. Sehingga, hal tersebut mengubah bentuk administrasi dari yang konvensional, menjadi lebih modern.

Baca juga:   Rilis Surat Utang Angkat Rupiah ke Rp16.200 per Dolar AS

“Yang tadinya dipungut oleh petugas bea cukai langsung, misalnya di bandara, nantinya kami usulkan untuk ditempelkan langsung di harga transaksi,” katanya.

Heru yakin, dengan langkah tersebut, bakal membuat transaksi lebih mudah serta lebih cepat bagi semua pihak. Konsumen pun bisa mendapatkan trasnparansi transaksi danplatform e-commercetidak dapat mengubah harga sesukanya. “Sehingga platform tidak punya kepentingan melakukanunderatauover price,” kata Heru.

Baca juga:   CEISA 4.0, Layanan TIK Bea Cukai 24/7 yang Responsif dan Terintegrasi

Mantan Menteri Perdagangan periode 2004-2011 Mari Elka Pangestu mendukung langkah tersebut. Menurutnya, sistem pembayaran di platform tersebut yang bakal mencantumkan transaksi pembeli seperti di luar negeri.

Best practice-nya daripaymentsistemnya. Kalau di Amerika Serikat, kita beli barang kan sudah langsung di harga pembayaran sudah adatax-nya,” kata Mari Elka.

Dia pun menyebut, kehadiran toko online tak mengganggu eksistensi toko konvensional. Bahkan saat ini, banyak pula toko online yang membuka toko konvensional karena masih banyak orang yang ingin melihat barang sebelum membeli.

Baca juga:   Dukung PEN Melalui UMi, PIP Tandatangani Akad Pembiayaan Baru dengan PT Pegadaian Senilai Rp400 Miliar

Meski begitu, apabila toko konvensional tidak bertransformasi ke online, bisa membuat bisnisnya sulit berkembang. Sehingga, ke depan bakal ada kolaborasi antara toko konvensional dengan toko online.

“Tapi, memang trennya toko konvensionalnya jadi lebih kecil, trapi haruscombine dengan online,” katanya. (msn)

 

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Discussion about this post

Stay Connected

Recent News

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Follow & Support Us!!

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi