[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]
KeuanganNegara.id-Nilai tukar rupiah menguat ke posisi Rp14.068 per dolar AS atau sebesar 0,26 persen pada perdagangan pasar spot Kamis (5/12) sore. Sebelumnya, Kurs mata uang garuda berada di posisi Rp14.120 per dolar AS pada penutupan perdagangan pada Rabu (4/11).
Kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.094 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Rabu (4/11), yakni Rp14.125 per dolar AS.
Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat won Korea menguat 0,36 persen, peso Filipina 0,30 persen, dan dolar Singapura 0,12 persen.
Rupee India dan yuan China juga sama-sama menguat dengan nilai 0,11 persen, diikuti ringgit Malaysia 0,10 persen, dan dolar Taiwan 0,04 persen. Di sisi lain, pelemahan terjadi pada yen Jepang 0,06 persen, baht Thailand 0,16 persen, dan lira Turki sebesar 0,19 persen terhadap dolar AS.
Di negara maju, mayoritas nilai tukar menguat terhadap dolar AS. Terpantau poundsterling Inggris menguat 0,18 persen, dolar Kanada 0,10 persen, serta euro menguat 0,06. Hanya dolar Australia yang melemah 0,18 persen terhadap dolar AS.
Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan rupiah disebabkan oleh sentimen kemajuan kesepakatan dagang antara AS dan China.
“Rupiah masih bertahan menguat hingga sore ini seiring dengan optimisme tercapainya kesepakatan dagang AS dan China dalam waktu dekat,” kata Arisfon.
Ariston mengatakan bahwa Juru Bicara Kementerian Perdagangan China sempat mengatakan bahwa AS dan China masih terus melakukan pembicaraan untuk mencapai kesepakatan dagang.(cnn)
Discussion about this post