Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

Rupiah stagnan di posisi Rp14.035 per dolar AS

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2019-09-10
in Ekonomi, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

KeuanganNegara.id- Nilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp14.035 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Selasa (10/9) pagi. Posisi rupiah stagnan dibanding penutupan pada Senin (9/9) yang juga ditutup Rp14.035 per dolar AS.

Pagi hari ini, pergerakan mata uang utama Asia bervariasi terhadap dolar AS. Terdapat mata uang yang melemah seperti baht Thailand sebesar 0,07 persen, dolar Singapura sebesar 0,09 persen, dan yen Jepang sebesar 0,18 persen.

Namun, terdapat pula mata uang yang menguat terhadap dolar AS seperti peso Filipina sebesar 0,05 persen, won Korea Selatan sebesar 0,07 persen, dan ringgit Malaysia sebesar 0,17 persen. Di sisi lain, dolar Hong Kong terpantau stagnan terhadap dolar AS.

Nilai tukar mata uang negara maju tercatat seperti poundsterling Inggris dan euro melemah terhadap dolar AS dengan nilai masing-masing 0,02 persen dan 0,03 persen. Sementara itu, dolar Australia menguat 0,02 persen terhadap dolar AS.

Kedua, pelaku pasar juga menanti pertemuan antara AS dan China terkait negosiasi dagang pada Oktober mendatang. Hanya saja, China sudah keburu terpapar perang dagang setelah nilai ekspornya turun 1 persen pada Agustus, atau tidak sesuai dengan ekspektasi yakni bertumbuh 2 persen.Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah sejatinya masih bisa menguat hari ini lantaran pelaku pasar tengah mengantisipasi beberapa peristiwa. Pertama, adalah pertemuan Bank Sentral Eropa yang dijadwalkan Kamis (12/9) mendatang.

Banyak pihak meramal bahwa otoritas moneter Eropa ini akan memberikan stimulus terbaru demi menangani ekonomi Eropa yang tengah lesu. Pada kuartal II lalu, pertumbuhan ekonomi Uni Eropa tercatat 0,2 persen atau menyusut setengahnya dibanding kuartal sebelumnya 0,4 persen.

Namun, menurut data yang dirilis Senin (9/9) waktu setempat, ternyata data ekspor Jerman pada Juli membaik ke angka 0,7 persen. “Data yang dirilis mengenai ekspor Jerman dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang kesehatan ekonomi global,” jelas Ibrahim, Selasa (10/9).

Setidaknya, pelaku pasar masih menaruh harapan pada ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter bank sentral AS The Fed setelah Departemen Ketenagakerjaan AS mengumumkan penciptaan lapangan kerja Agustus sebesar 130 ribu orang atau lebih rendah dari ekspektasi.

Di dalam sebuah forum di Zurich pada Jumat (6/9) lalu, Gubernur The Fed Jerome Powell juga mengatakan bahwa The Fed kemungkinan masih akan melonggarkan kebijakan suku bunga acuannya agar tidak mau kehilangan momentum inflasi.

“Dalam transaksi hari ini, rupiah masih akan menguat ditopang data eksternal dan internal yang masih positif dengan range Rp13.995 hingga Rp14.100 per dolar AS,” papar dia. (cnn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Bitrexgo Angkat Suara Perihal Dicap Investasi Ilegal oleh OJK

Next Post

Harga Emas Antam Turun Rp4.000 di posisi Rp754 ribu per gram

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Harga Emas Antam Turun Rp4.000 di posisi Rp754 ribu per gram

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara