Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

Ini Fakta-Fakta PT Multipolar Technology yang Jual 70 Persen Saham OVO

sunardo by sunardo
2019-11-30
in Nasional
Reading Time: 6 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id-Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady mengaku gak kuat membiayai aplikasi OVO yang saat ini sahamnya masih dipegang PT Multipolar Technology, Tbk. Pernyataan ini diungkapkannya saat berbicara di acara Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

Mochtar Riady beralasan, aplikasi OVO hingga saat ini masih terus “membakar uang’’ agar terus berkembang. Penggelontoran uang yang terus-menerus ini dilakukan sebagai upaya agar aplikasi OVO tetap bisa memberi diskon kepad para penggunannya.

Mochtar Riady bahkan terang-terangan mengatakan telah menjual dua per tiga atau sekitar 70 persen saham OVO.

Meski begitu, Multipolar Technology, Tbk. tetap berkomitmen meningkatkan pelayanan dengan menggandeng mitra baru sehingga aplikasi OVO dapat tumbuh dan berkembang.

PT Multipolar Technology, Tbk. merupakan salah satu perusahaan yang menjadi bagian Lippo Group. Menyematkan kata Tbk. di belakangnya, perusahaan ini terdaftar sebagai perusahaan terbuka yang sahamnya bisa dibeli masyarakat.

Berikut ini sejumlah fakta mengenai PT Multipolar Technology, Tbk yang menaungi aplikasi OVO:

1. Beroperasi sejak 1975, PT Multipolar Technology bermitra dengan IBM, Cisco, Oracle, dan Microsoft

Beroperasi sejak 1975, PT Multipolar Technology bermitra dengan IBM, Cisco, Oracle, dan Microsoft (Twitter/Multipolartech)

PT Multipolar Technology mulai menjalankan bisnisnya sejak tahun 1975. Perusahaan ini berdiri pada 4 Desember 1975 dan melakukan bisnis di sejumlah bidang.

Bisnis-bisnis yang dijalankannya antara lain jasa telekomunikasi, industri informatika, ekspor-impor, retail (eceran), jasa pengembangan dan pengelolaan properti/real estate, menyewakan ruang-ruang, serta investasi.

Selama perjalanannya, Multipolar tercatat bermitra dengan banyak perusahaan teknologi, seperti IBM, Cisco, NCR, VMware, Oracle, dan Microsoft. Asal tahu aja nih, Multipolar pada awal bisnisnya memelopori komputerisasi di industri perbankan dan keuangan.

2. Punya 10 anak perusahaan dengan jenis bisnis berbeda-beda

Punya 10 anak perusahaan dengan jenis bisnis berbeda-beda (Twitter/Multipolartech)

Dalam perkembangannya, PT Multipolar Technology gak cuma fokus menyalurkan produk-produk elektronik. Entitas Lippo Group ini juga menyasar ke jenis-jenis bisnis lainnya yang berkaitan dengan teknologi.

Di bawah ini adalah daftar anak perusahaan yang berada di bawah naungan Multipolar Technology.

ANAK PERUSAHAAN MULTIPOLAR TECHNOLOGY KEGIATAN BISNIS
PT Visionet Data Internasional (VDI) Menyediakan layanan Field Operation Managed Services, Branch IT Services, Merchant IT Services, IT Operations Managed Services, IT Application Managed Services, Contact Center Services, hingga Digital Product Innovation.
PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) Menyediakan layanan Colocation Services, Integration Services, Data Center Managed Services, hingga IT Consultancy Services.
PT Multi Solusi Andal (MSA) Difokuskan buat memperluas jangkauan layanan TI.

3. Saham Multipolar Technology mulai jual saham ke publik tahun 2013 dan mayoritas dimiliki PT Multipolar, Tbk.

Saham Multipolar Technology mulai jual saham ke publik tahun 2013 dan mayoritas dimiliki PT Multipolar, Tbk. (Twitter/Multipolartech)

PT Multipolar Technology mulai resmi menyandang status sebagai perusahaan terbuka sejak menjual saham perdananya ke publik pada 8 Juli 2013.

Saat itu, harga jual saham dengan kode MLPT ini berada di angka Rp 480 per lembarnya. Kini harga sahamnya berada di kisaran Rp 585 per lembar.

Sejauh ini, saham MLPT dipegang PT Multipolar, Tbk. (MLPL) sebagai pemilik mayoritas dengan jumlah kepemilikan 1.630.250.000 lembar (86,95 persen).

Kemudian, HSBC GLOBAL BANKING S/A PT FIRST MEDIA TBK sebanyak 136.750.000 lembar (7,29 persen), PT Tryane Saptajagat sebanyak 250.000 lembar (0,01 persen), dan publik sebanyak 107.750.000 lembar (5,75 persen).

4. Pada 2018, PT Multipolar Technology mencatat penjualan Rp 2,43 triliun dan laba bersih Rp 99,6 miliar

Pada 2018, PT Multipolar Technology mencatat penjualan Rp 2,43 triliun dan laba bersih Rp 99,6 miliar

Sepanjang tahun 2018, Multipolar Technology mencatatkan angka penjualan sekitar Rp 2,43 triliun. Angka penjualan ini lebih besar di banding tahun 2017 yang mencapai Rp 2,14 triliun.

Sementara laba bersih yang dibukukan tahun 2018 sebesar Rp 99,6 miliar. Sayangnya, laba ini turun dibandingkan tahun 2017 yang mencapai Rp 112,3 miliar.

Itulah sejumlah fakta mengenai PT Multipolar Technology yang menjadi induk dari PT Visionet Data Internasional yang menaungi aplikasi OVO.

Tinggal ditunggu saja nih kelanjutan informasi terbarunya, apakah aplikasi OVO bakal masih kasih diskon atau mulai berkurang hingga setop sama sekali? (msn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Menkes Terawan Minta BPJS Kesehatan Fokus Layanan Dasar

Next Post

Jokowi Targetkan Pelabuhan Patimban Rampung Juni Tahun Depan

sunardo

sunardo

Next Post

Jokowi Targetkan Pelabuhan Patimban Rampung Juni Tahun Depan

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara