Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

Jika RI Ingin Jadi Negara Maju, Beri Insentif ke Industri dan Akademisi

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2021-03-17
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id -Ekonom senior INDEF, Aviliani mengimbau pemerintah mengintegrasikan industri dan akademisi untuk pengembangan inovasi yang mendorong Indonesia keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap) pada tahun 2045.

Selain itu, industri dan akademisi itu perlu diberikan insentif agar mau membuat inovasi dan mengimplementasikannya.

“Apa yang dilakukan Bappenas untuk tahun 2045 sebenarnya mimpi semua orang. Hanya mmg integrasi jadi kunci penting. Pelaku ekonomi (industri), akademisi, juga pemerintah harus ter-connect (tersambung),” kata Aviliani dalam Kompas Talks bersama KSI Improving the Knowledge & Innovation Ecosystem for a Better Indonesia secara daring, Selasa (16/3/2021).

Aviliani menyebut, integrasi antar industri dengan akademisi menjadi penting agar riset yang telah dikerjakan oleh akademisi dikembangkan dalam ranah industri. Selama ini, riset-riset tersebut hanya menumpuk di berbagai lembaga.

Sementara itu, insentif diperlukan agar industri mau menggarap hasil riset tersebut. Asal tahu saja, inovasi yang dilakukan industri dari hasil riset membutuhkan biaya yang besar. Untuk itu insentif dari berbagai sisi, khususnya insentif perpajakan harus diberikan.

“Hingga saat ini kita belum mengembangkan sistem insentif agar mereka berinovasi,” ungkap Aviliani.

Namun menurutnya, penggarapan riset harus sesuai dengan sasaran atau tujuan pemerintah. Adapun tujuan pemerintah antara lain, meningkatkan daya saing sumber daya manusia, menurunkan substitusi impor, dan meningkatkan ekspor.

“Dari situlah inovasi diarahkan pada hal-hal yang dituju. Jadi tidak perlu semua sektor (digarap), hanya sektor-sektor yang punya competitiveness yang tinggi,” tutur Aviliani.

Selain memberikan insentif, birokrasi pemerintah harus disederhanakan. Birokrasi yang berbelit-belit hanya akan menghambat implementasi riset yang digarap industri.

“Di masa pandemi era digital ini, banyak sekali regulasi yang lebih lambat dari pelakunya. Pada akhirnya apa yang sudah diinvestasikan belum disetujui oleh regulator. Ini persoalan yang perlu diluruskan,” pungkas Aviliani.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Menperin Sebut Jokowi Setuju Gratiskan Pajak Penjualan Mobil 2.500 cc

Next Post

Menkeu: Transformasi digital dapat meningkatkan kepatuhan perdagangan internasional

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Menkeu: Transformasi digital dapat meningkatkan kepatuhan perdagangan internasional

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara