Kemensos Jamin Stok Beras Bansos Bagi 10 Juta Keluarga PKH Aman

KeuanganNegara.id -Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan bahwa stok beras untuk bantuan sosial (bansos) bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) aman. Beras ini akan disalurkan pada September dan Oktober.

Para penerima manfaat PKH akan mendapatkan beras total 15 kilogram per bulan, mulai Agustus, September, Oktober. Namun beras baru disalurkan pada bulan ini, sehingga diakumulasi menjadi 30 kilogram.

Pada bulan depan, kementerian akan menyalurkan 15 kilogram beras per penerima manfaat. “Stok beras di Perum Bulog aman untuk memenuhi kebutuhan 10 juta KPM PKH,” kata Menteri Sosial Juliari P Batubara dikutip dari siaran pers, Minggu (6/9).

Baca juga:   Dirut PLN Diumumkan Senin, Erick Thohir Sebut Nama Rudiantara

Penerima manfaat keluarga harapan yakni, 40% masyarakat yang pendapatannya terbawah. Penerima bantuan ini juga mencakup keluarga petani yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Bansos beras merupakan salah satu program Jaring Pengaman Sosial (JPS), dalam rangka mengatasi persoalan yang timbul akibat pandemi corona. Ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran KPM PKH, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Namun Juliari menilai, kerja sama kementerian dengan Perum Bulogbukan sekadar skema JPS. Bantuan ini juga mendorong distribusi stok beras di gudang-gudang Bulog.

“Selanjutnya Bulog bisa menyerap beras petani, dan seterusnya, sehingga kesejahteraan petani juga bisa terangkat,” kata Juliari.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Edi Suharto menambahkan, kementerian bertanggung jawab untuk memastikan kualitas beras yang disalurkan. “Maka, tidak ada beras yang lama dan rusak,” ujar dia.

Baca juga:   Emas Antam Terbang ke Rp819 Ribu per Gram Akibat Virus Corona

Oleh karena itu, kementerian memperhatikan mulai dari pengemasan hingga pendistribusian beras bansos. Setelah melalui proses pengemasan di gudang Bulog, beras disalurkan langsung ke rumah KPM PKH.

Mitra penyaluran beras bansos yakni Bhanda Ghara Reksa (BGR) dan Dos Ni Roha (DNR).

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso sempat mengatakan, total beras Bulog yang digunakan untuk program ini mencapai 450 ribu ton. Bulog akan kembali menyerap beras dari petani usai program ini dijalankan.

“Begitu program ini jalan, kami akan lakukan program penyerapan di wilayah yang memproduksi padi,” kata Pria yang akrab disapa Buwas ini, pada pekan lalu (2/9).

Baca juga:   Masuk Tren Jenuh, IHSG Masih Akan Terkoreksi

Bulog telah mempersiapkan stok untuk menyalurkan beras bansos sejak Juni lalu. Mantan Kepala Bareskrim Polri itu juga menyatakan, stok Bulog masih mencukupi bila ada perpanjangan program bansos beras.

Hingga hari ini, stok beras di gudang Bulog mencapai 1,42 juta ton. Ini terdiri dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) 1,37 juta ton dan komersial 46,78 ribu ton.(msn)

 

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Discussion about this post

Stay Connected

Recent News

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Follow & Support Us!!

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi