Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

Produksi Tambang Freeport Anjlok 50 Persen pada 2019

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2020-02-20
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id-Produksi PT Freeport Indonesia turun 50 persen sepanjang 2019 lalu. Penurunan terjadi akibat transisi pengelolaan tambang dari model terbuka (open pit) ke tambang bawah tanah (underground).

Direktur Utama Freeport Indonesia Clayton Allen Wenas alias Tony Wenas mengatakan proses penambangan pada open pit selesai pada 2019. Selanjutnya perusahaan tambang itu mulai menambang pada tambang bawah tanah di 2020.

Untuk diketahui tambang open pit milik Freeport Indonesia adalah Grasberg open pit. Sementara tambang bawah tanah yaitu DOZ Block Cave dan Grasberg Block Cave.

“Jadi tidak dilakukan penambangan lagi karena tambang bawah tanah berada persis di bawah open pit tersebut, sehingga untuk dibangun bawah tanah atasnya harus berhenti. Karenanya produksi kami berkurang 50 persen sebab tidak ada aktivitas pada Grasberg open pit,” tuturnya.

Data perseroan menyebutkan produksi bijih mineral di 2018 sebanyak 178 ribu ton. Namun demikian, ia tidak menuturkan capaian produksi sepanjang tahun lalu.

Saat ini, kata dia, Freeport masih memiliki cadangan mineral sebanyak 1,2 miliar ton. Dengan beroperasinya tambang bawah tanah, perseroan menargetkan produksi sebesar 200 ribu ton bijih mineral per hari di 2021. Ia memastikan cadangan mineral Freeport masih dapat mencukupi hingga 2041 sesuai dengan masa Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

“Setelah 2041 masih ada cadangan. Dari tambang bawah tanah Kucing Liar Blok Cave sampai 2050. Lalu di bawahnya masih ada cadangan yang jumlah cukup besar bisa lebih dari 2050. Tapi kami fokus 2041 karena izin berakhir di 2041,” paparnya.

Tekan Ekonomi Papua

Penurunan produksi tak hanya berdampak pada kinerja perseroan. Transisi tambang itu juga menekan pertumbuhan ekonomi Papua.

Menurut data BPS, ekonomi Papua kuartal I 2019 minus 18,66 persen. Kemudian, kuartal II 2019 minus 23,91 persen, kuartal III 2019 minus 15,05 persen, dan kuartal IV 2019 minus 3,73 persen.

“Tentunya ada beberapa penerimaan daerah yang berkurang karena produksi kami juga berkurang. Ada beberapa pajak daerah yang berkurang. Ya kalau 50 persen bayangkan saja 50 persen yang berkurang,” papar VP Corporate Communication PT Freeport Indonesia Riza Pratama.

Akan tetapi, Riza mengaku tidak mengetahui kontribusi Freeport Indonesia ke Papua. Namun demikian, ia memastikan jika tambang bawah tanah beroperasi, maka sumbangan Freeport Indonesia kembali normal.

“Tambang terbukanya sudah selesai. Tambang bawah tanahnya masih belum optimal. Jadi sebenarnya ada gap aja, bukan karena ada penurunan produksi,” tuturnya. (cnn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Google Sebut Tenaga Kerja Digital Bakal Sumbang PDB Rp 4,2 T pada 2030

Next Post

Menkeu: Setiap 1% penurunan ekonomi China berdampak 0,3%-0,6% ke Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Menkeu: Setiap 1% penurunan ekonomi China berdampak 0,3%-0,6% ke Indonesia

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara