Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

80 Persen Perusahaan Pembiayaan Setop Salurkan Pinjaman

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2020-04-29
in Ekonomi, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id-Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menyatakan 80 persen perusahaan pembiayaan kini sudah berhenti menyalurkan pinjaman kepada nasabah. Hal ini dilakukan karena perusahaan khawatir  virus corona  akan membuat jumlah nasabah yang mengajukan relaksasi semakin banyak.

Ketua APPI Suwandi Wiratno mengungkapkan likuiditas perusahaan rentan terganggu jika seluruh debitur mengajukan pelonggaran. Masalahnya, pendapatan perusahaan pembiayaan hanya berasal dari pembayaran bunga dan arus kas dari pembayaran pokok utang.

“Sekitar 80 persen perusahaan pembiayaan sekarang berhenti memberikan pinjaman. Takut ada penambahan klaim yang macet (pembayarannya akibat terdampak virus corona),” ujar Suwandi dalam video conference.

Belum lagi, sejumlah perbankan juga mulai berhenti menyalurkan pinjaman ke perusahaan pembiayaan. Padahal, perusahaan pembiayaan masih memiliki plafon untuk menarik kredit dari perbankan.

“Banyak perusahaan pembiayaan yang dihentikan sumber likuiditasnya dari perbankan walaupun masih ada plafon yang terbuka dan bisa ditarik,” kata Suwandi.

Ia tak menyebut secara spesifik perusahaan mana saja yang sudah menyetop memberikan pinjaman baru ke nasabah. Yang pasti, jumlah perusahaan pembiayaan saat ini sebanyak 183 perusahaan.

Dari total tersebut, jumlah piutang pembiayaan saat ini mencapai RPp452 triliun. Sementara, jumlah karyawannya sebanyak 224,61 ribu orang.

Suwandi menyatakan perusahaan pembiayaan membutuhkan fasilitas restrukturisasi dari perbankan di tengah penyebaran virus corona. Jika tidak, perusahaan akan mengalami masalah likuiditas karena memberikan banyak memberikan keringanan pembayaran cicilan kepada nasabah.

Sementara, perusahaan pembiayaan harus tetap membayar utangnya, baik pokok dan bunga kepada perbankan. Jika demikian, keuangan perusahaan bisa saja memburuk apabila dibiarkan.

“Kami perlu bekerja sama dengan bank. Kami berharap dapat restrukturisasi yang sama dengan nasabah agar arus kami tidak terganggu,” ujar Suwandi.

Berdasarkan proyeksinya, perusahaan di sektor pembiayaan berpotensi merugi hingga Rp87,64 triliun jika seluruh debitur pembiayaan motor dan mobil mengajukan restrukturisasi di tengah penyebaran virus corona.

Suwandi menyebut mayoritas kerugian berasal dari pembiayaan mobil. Jika dirinci, potensi kerugian dari pembiayaan mobil sebesar Rp45,58 triliun dan motor Rp42,06 triliun.(cnn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Imbas Corona Freeport Indonesia Pangkas Target Penjualan

Next Post

Multifinance Berpotensi Rugi Rp87 T Karena Penundaan Kredit

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Multifinance Berpotensi Rugi Rp87 T Karena Penundaan Kredit

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara