Airlangga Jelaskan Perubahan Fungsi Kartu Prakerja

KeuanganNegara.id-Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan alasan fungsi Kartu Pra Kerja berubah menjadi jaring pengaman sosial saat pandemi Covid-19. Awalnya, Program Kartu Prakerja untuk reskilling dan upskilling.

“Kenapa Kartu Pra Kerja ini dikonversi menjadi jaring pengaman sosial? Karena program yang sebetulnya untuk reskilling dan upskilling ini karena situasi perekonomian semuanya serba mengalamishock, demand shock, supply shock danproduction shock maka tentu kita memberikan kepada mereka yang dirumahkan, karena untuk melakukan PHK itu memakan waktu, tidak immediate,” kata Airlangga di kantornya di Jakarta.

Airlangga menyampaikan hal tersebut seusai mengikuti rapat terbatas dengan tema “Lanjutan Program Mitigasi Dampak Covid-19 pada Sektor Riil” yang dipimpin Presiden Joko Widodo. Pemerintah membuka pendaftaran Kartu Pra Kerja gelombang pertama pada 11-16 April 2020.

Tercatat sebanyak 5.965.048 pengguna (user) melakukan pendaftaran program Kartu Prakerja tahap I. Dari angka itu, 4,428 juta pendaftar terverifikasi melalui email dan yang sesuai dengan kriteria sebanyak 2,07 juta peserta.

Baca juga:   Minyak Dunia Menguat Ditopang Pemangkasan Produksi

Dari jumlah tersebut, pemerintah hanya akan meloloskan sebanyak 200 ribu peserta untuk mengikuti pelatihan. Target seluruh penerima manfaat Kartu Pra Kerja adalah 5,6 juta orang pekerja.

Mereka yang berhasil mendapatkan Kartu Pra Kerja akan mendapat insentif total sebesar Rp3,55 juta. Rinciannya adalah bantuan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta yang dapat dipergunakan untuk membeli satu atau lebih pelatihan di mitra platform digital.

Dana insentif akan ditransfer melalui rekening bank atau e-wallet LinkAja, Ovo atau GoPay milik peserta. Insentif tersebut terdiri dari 2 bagian. Pertama, insentif pasca penuntasan pelatihan pertama sebesar Rp 2,4 juta terdiri dari Rp600.000 per bulan.

Sedangkan bagian kedua, insentif pascapengisian yaitu survei evaluasi sebesar Rp50.000 per surveinya, dengan 3 survei yang memiliki total Rp150.000.

Adapun 8 platform digital yang dinyatakan pemerintah untuk memberikan pelatihan adalah Tokopedia, Ruangguru melalui platform Skill Academy, MauBelajarApa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Kementerian Ketenagakerjaan dan Pijarmahir.

Baca juga:   Komunikasi Publik Ridwan Kamil Penanganan Covid-19 Paling Baik

“Selain Kartu Pra Kerja kita juga sudah punya banyak BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan itu seperti sudah dijelaskan dalam BLT itu paketnya Rp105 triliun, di dalam paket Rp105 triliun ada tambahan untuk Kartu Pra Kerja sebesar Rp10 triliun,” tambah Airlangga.

Sejumlah bantuan yang diberikan pemerintah misalnya Program Keluarga Harapan (PKH) untuk 20 juta penerima manfaat, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang ditambahkan Rp200 ribu per kepala keluarga, program padat karya di Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan, Kementerian Pekerjaan Umum dan program lainnya. “Sehingga ini menjadi salah satu daripada jaringan pengaman sosial bukan satu-satunya,” ungkap Airlangga.

Menurut Airlangga, Kartu Pra Kerja menjadi jaring pengaman sosial untuk mereka yang kehilangan pekerjaan juga sifatnya sementara. “Artinya nanti apabila situasi normal dia akan menjadi Kartu Pra Kerja sesuai desain awal yaitu untuk upskilling danreskilling.

Baca juga:   Ahok Umumkan Promo Cashback 50 Persen Beli BBM untuk Sopir Ojol

Pelatihan dari Kartu Pra Kerja pun dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat sehingga pada saat kondisi ekonomi pulih, para pekerja memperoleh keahlian tambahan. “Selain mendapatkanskill tambahan juga nanti punya kemampuan untuk 4 bulan ditambah bantuan sebesar Rp600 ribu,” tambah Airlangga.

Airlangga juga menjelaskan bahwa selanjutnya Kartu Pra Kerja tetap ada pelatihan yang online maupunoffline.

“Jadi tidak 5,6 juta itu seluruhnya nanti akan pelatihanonline. Ini melihat situasi kapan PSBB ini akan berakhir. Pada saat PSBB berakhir pelatihan akan dilakukan secara dual track, offline dan online sehingga tentu tidak benar apa yang selama ini beredar dan seluruhnya akan diberikan dana pelatihan Rp5,6 triliun hanya diberikan kepada mereka yang bekerja atau belajar secaraonline,” jelas Airlangga.(msn)

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Discussion about this post

Stay Connected

Recent News

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Follow & Support Us!!

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi