BKF: Pemulihan Ekonomi Nasional Harus Dilanjutkan di 2021

KeuanganNegara.id -Pemerintah melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sedang menggodok besaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk tahun 2021. BKF memperkirakan dampak pandemi COVID-19 masih berlanjut.

“PEN 2020 harus dilanjutkan di 2021,” kata Kepala BKF Febrio Kacaribu dalam webinar menjaga kelangsungan ekonomi Indonesia dari pandemi COVID-19 di Jakarta.

Menurut dia, alokasi PEN 2021 di antaranya fokus untuk perlindungan sosial, UMKM, serta sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Baca juga:   Triwulan III-2020, Penerbangan di Bandara Lombok Naik Hampir 3 Kali Lipat

Febrio menjelaskan untuk biaya perlindungan sosial misalnya diperkirakan nilainya tidak turun terlalu jauh dari alokasi anggaran PEN 2020 yang mencapai Rp 203,9 triliun. Angka ini lebih besar dari alokasi normal mencapai sekitar Rp100 triliun.

Alokasi yang besar untuk perlindungan sosial itu, kata dia, karena dipastikan masih banyak pengangguran dan kemiskinan yang terjadi pada tahun ini berlanjut pada tahun 2021.

“UMKM juga tetap akan kami dukung, sektoral dan pemda terutama yang labor intensive tetap akan dilanjutkan,” katanya.

Baca juga:   Prancis: Pajak Digital Global Harus ada di Akhir 2020

Dengan kelanjutan Program PEN ini diperkirakan besaran defisit APBN 2021 masih berada di atas tiga persen.

Dalam dokumen Kebijakan Ekonomi Makro Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) untuk penyusunan Rancangan APBN 2021, pemerintah memperkirakan besaran asumsi defisit mencapai hingga 4,17 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun Febrio memperkirakan defisit RAPBN 2021 lebih lebar dari usulan sebelumnya yakni 4,5-4,7 persen dari PDB setelah melalui konsultasi DPR dan banyak pihak.

Baca juga:   Sinergi dengan OJK, BI Yakin Ekonomi Bisa Tumbuh 5,3 Persen

“Kami merasa dan melihat dengan assessment kami itu (4,17 persen) tidak mungkin cukup untuk arah PEN yang kami harap terjadi,” katanya.

Seperti diketahui biaya penanganan termasuk PEN COVID-19 tahun 2020 mencapai Rp695,20 triliun yang mengakibatkan APBN 2020 mengalami defisit 6,34 persen.(msn)

 

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Discussion about this post

Stay Connected

Recent News

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Follow & Support Us!!

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi