Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

‘Gerilya’ Sri Mulyani Sebelum ADB Naikkan Jumlah Bantuan ke RI

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2020-04-25
in Ekonomi, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id-Bank Pembangunan Asia (ADB) akhirnya menyetujui bantuan pembiayaan senilai US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 23,3 triliun (dengan kurs Rp 15,544 per dolar AS) guna mendukung upaya Indonesia dalam menanggulangi dampak pandemi virus Corona Covid-19 terhadap aspek kesehatan masyarakat dan perekonomian. Namun rupanya, ada upaya yang dilakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelum keputusan lembaga donor tersebut.

Sri Mulyani menjelaskan, semula ADB mengalokasikan bantuan sekitar US$ 1 miliar bagi Indonesia dalam penanggulangan dampak virus Corona. Lalu kemudian ia menelepon langsung Presiden ADB mempertanyakan kenapa bantuan yang diterima Indonesia lebih rendah ketimbang Filipina.

“Mana lebih besar Indonesia ketimbang Filipina? Kenapa Filipina lebih besar? Apa karena ADB bermarkas di Manila,” kata Sri Mulyani sambil tertawa dalam diskusi online dengan pemimpin redaksi media nasional.

Menurut dia, upaya tersebut berhasil, dan ADB akhirnya menaikkan jumlah bantuan untuk Indonesia. “Kita dapat US$ 1,5 miliar,” katanya.

Presiden ADB Masatsugu Asakawa mengharapkan, dukungan anggaran yang diberikan dapat membantu Indonesia untuk mengatasi tantangan pandemi dengan tetap fokus menguatkan kelompok miskin, dan rentan termasuk perempuan.

Bantuan pembiayaan yang disalurkan dengan cepat ini merupakan dukungan ADB terhadap Indonesia yang sedang melawan Covid-19. Asakawa mengatakan program Covid-19 Active Response and Expenditure Support (CARES) akan mendukung paket stimulus pemerintah.

Paket stimulus pemerintah yang dimaksud adalah yang selama ini ditujukan untuk memperluas program bantuan sosial yang ada, meningkatkan sumber daya pencegahan dan pengendalian Covid-19, serta melindungi sektor produktif dan para pekerja dari kemerosotan perekonomian.

Adapun pendanaan ini berasal dari opsi respons pandemi Covid-19 oleh ADB, yaitu fasilitas dukungan kontrasiklus, yang merupakan bagian dari paket US$ 20 miliar yang telah disetujui ADB pada 13 April 2020. Paket pendanaan itu untuk membantu negara-negara berkembang anggotanya dalam memerangi Covid-19 melalui dukungan anggaran yang dapat dicairkan dengan cepat dan dengan syarat dan ketentuan yang tidak memberatkan.

Sri Mulyani menambahkan bantuan lembaga multinasional seperti ADB, World Bank dan lain-lainnya, menjadi salah satu sumber pembiayaan untuk menutupi lonjakan defisit anggaran sebagai dampak pandemi Covid-19. Menurut dia, defisit anggaran 2020 diperkirakan mencapai Rp 853 triliun jauh dari target semula yang hanya Rp 307,2 triliun.(msn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Refund Tiket Pesawat Selama Larangan Mudik Tak Berupa Uang Tunai

Next Post

Harga Gula Masih Tinggi, Bulog Sebut Karena Kemendag Telat Impor

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Harga Gula Masih Tinggi, Bulog Sebut Karena Kemendag Telat Impor

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara