IMF: Covid-19 Pemicu Ekonomi AS Susut 6,6 Persen

KeuanganNegara.id – Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi AS bakal menyusut sebesar 6,6 persen pada tahun 2020 akibat pandemi Covid- 19.

Perekonomian Paman Sam diperkirakan akan lebih buruk karena adanya gelombang kedua (second wave) pandemi Covid-19 dan peningkatan angka kemiskinan sistemik.

Risiko lainnya meliputi peningkatan besar tingkat utang pemerintah maupun perusahaan, serta rendahnya prospek inflasi dalam jangka panjang, bahkan bisa saja deflasi.

“Ada ketidakpastian luar biasa seputar propagasi ekonomi akibat goncangan Covid-19. Mungkin akan memakan waktu lama untuk memperbaiki ekonomi dan mengembalikan aktivitas ke tingkat pra-pandemi,” tulis IMF dalam laporannya dikutip Reuters.

Pemerintahan Donald Trump pun mencoba memutar otak untuk bertindak cepat dan tegas agar mampu melindungi kehidupan bisnis. Namun, diperlukan langkah kebijakan lebih lanjut untuk meningkatkan permintaan dan dukungan kepada bisnis yang paling rentan.

Baca juga:   BI: Utang Luar Negeri Masih Aman dan Terkendali

Informasi saja, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 3,5 juta orang di AS dan menewaskan hampir 140.000 jiwa. Negeri Paman Sam itu telah memecahkan rekor harian pada Kamis pekan ini, yang melaporkan 77.000 kasus baru.

Dalam laporannya IMF mengingatkan, ada peringatan darurat bahwa krisis menghantam orang miskin dan ras minoritas yang paling sulit. Hantaman akan mengarah pada peningkatan kemiskinan sistemik.

Baca juga:   Garuda Indonesia Tutup Satu-satunya Rute di Kertajati

Hal Itu akan meningkatkan risiko bagi ekonomi secara keseluruhan dan dapat berkontribusi pada kerusuhan sosial.

“Risiko ke depan adalah sebagian besar populasi AS mungkin mengalami kemunduran standar hidup dan kesulitan ekonomi yang signifikan untuk beberapa tahun mendatang. Pada gilirannya, dapat melemahkan permintaan dan memperburuk tantangan jangka panjang terhadap pertumbuhan,” tulisnya.

Baca juga:   Ini Indikator Ekonomi Makro Indonesia di RAPBN 2021

Sebagai rekomendasi, AS diminta untuk membalikkan pembatasan perdagangan yang ada. AS juga perlu membalikkan kenaikan tarif yang merusak stabilitas perdagangan global.

Sementara itu, sistem keuangan AS telah terbukti masih tangguh. Namun, krisis masih dalam tahap awal dan bank harus terus menahan rencana distribusi modal.(msn)

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Discussion about this post

Stay Connected

Recent News

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Follow & Support Us!!

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi