Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

Investasi PLTU Berpotensi Rugi Rp209 T Imbas Corona

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2020-03-26
in Ekonomi, Nasional
Reading Time: 3 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id-Global Energy Monitor (GEM) memperkirakan investasi 11 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara di Indonesia berpotensi rugi hingga US$13,1 miliar atau sekitar Rp209,6 triliun (asumsi kurs Rp16 ribu per dolar AS). Kerugian itu berasal dari pembangunan dan operasional yang tertunda di tengah wabah virus corona (covid-19).

“Perhitungan proyeksi kerugian itu akibat capital outlays karena adanya gangguan tenaga kerja dan rantai pasokan akibat pandemi global covid-19 yang mengakibatkan keterlambatan maupun penundaan proyek PLTU,” tulis GEM dalam keterangan resmi.

GEM mendapatkan proyeksi tersebut menggunakan model perhitungan kerugian investasi yang mengacu pada rerata capital cost yang dirangkum oleh Badan Energi Internasional (EIA).

Berdasarkan proyeksi GEM, kerugian investasi terbesar diderita oleh proyek PLTU Jawa 7 dan Tanjung Jati B dengan nilai masing-masing US$3,2 miliar. Setelah itu, proyek PLTU Cirebon menyusul dengan estimasi kerugian US$1,6 miliar.

Selain ketiganya, kerugian juga akan diperkirakan diderita oleh proyek PLTU Bengkulu, PLTU Nagan Raya, PLTU Sumsel-1, PLTU Bangko Tengah (SS-8). Lalu, proyek PLTU Kalbar-1, PLTU Kalselteng-1, PLTU Sulbagut-1, dan PLTU Sulbagut 3.

Secara global, GEM memperkirakan investasi 14 PLTU batu bara di Asia Selatan dan Asia Tenggara berpotensi rugi hingga US$17,1 miliar.

Menurut GEM, kondisi tersebut menggambarkan tingginya kerentanan ekspansi PLTU batu bara global di tengah pandemi. Di saat bersamaan kelebihan kapasitas pembangkit listrik menambah beban dalam menghadapi kondisi resesi.

Melihat kondisi itu, Program Director Trend Asia Ahmad Ashov Birry menilai proyek PLTU batu bara perlu dibatalkan. Menurut Birry pemerintah seharus memperkuat ketahanan masyarakat di tengah situasi krisis multidimensi.

“Pembatalan proyek PLTU batu bara harus diambil tidak hanya untuk menghindari kerugian ekonomi jangka panjang tapi utamanya untuk melindungi masyarakat dari tambahan paparan polusi beracun yang dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru, stroke, penyakit jantung dan penyakit pernapasan,” ujar Birry.

Periset Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Adila Isfandiari menambahkan pemerintah Indonesia berencana membangun PLTU dengan kapasitas total mencapai 27 GW dalam sepuluh tahun mendatang. Rencana ini dinilai berlawanan dengan tren global.

Salah satu PLTU batu bara baru yang akan dibangun dalam waktu dekat di Provinsi Banten adalah PLTU Jawa unit 9 dan 10 dengan kapasitas 2×1.000 MW. Proyek ini, sambung Adila, didanai oleh Korea Selatan yang telah melarang pembangunan PLTU baru di dalam negeri.

“Selain itu, penambahan PLTU batu bara baru perlu dipertimbangkan kembali oleh Pemerintah di tengah penurunan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi listrik sebagai dampak dari Covid-19. Fakta bahwa reserve margin Jawa-Bali yang telah mencapai 30 persen pada tahun 2019, ditambah dengan banyaknya PLTU batu bara baru yang akan beroperasi berpotensi menyebabkan kerugian besar bagi negara,” jelasnya.

Berdasarkan laporan GEM dan sejumlah lembaga “Boom and Bust 2020”, kapasitas PLTU dalam status konstruksi (under construction) dan pembangunan pra-konstruksi (pre-construction development) global menurun sebesar 16 persen secara tahunan.

Sejak 2015, kapasitas menurun hingga 66 persen. Pada saat yang bersamaan, status permulaan konstruksi 2019 turun 5 persen dari 2018 dan 66 persen dari 2015.

Meski kapasitas pada fase konstruksi menurun, secara kapasitas netto PLTU batu bara tumbuh sebesar 34,1 gigawatt (GW) pada 2019 – data tersebut merupakan peningkatan pertama dalam penambahan kapasitas netto sejak 2015. Di mana, hampir dua pertiga atau sekitar 43,8 GW dari 68,3 GW kapasitas PLTU baru yang berada di China.

Namun, di luar China, kapasitas PLTU batu bara global secara keseluruhan mengalami menyusut selama dua tahun berturut-turut. Hal ini diakibatkan oleh banyak negara yang telah menghentikan kapasitas PLTU batu bara-nya hingga 27,2 GW dibandingkan yang dioperasikan (commissioned) sebesar 24,5 GW.

“Terlepas dari itu, jumlah PLTU baru yang ditambahkan ke jaringan kian dipercepat. Artinya PLTU batu bara dunia yang dioperasikan jauh lebih sedikit digunakan – lebih banyak pembangkit menghasilkan energi yang lebih kecil,” ujar Direktur Program Batu Bara GEM Christine Shearer.

Shearer menilai, bagi bank dan investor yang terus melakukan penjaminan PLTU batu bara baru, situasi ini berpotensi melemahkan profitabilitas dan meningkatkan risiko bisnis. (cnn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Kemhub Respons Keinginan Pemda Tutup Penerbangan saat Corona

Next Post

Restitusi PPN Turis Asing Dilayani Secara Elektronik

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Restitusi PPN Turis Asing Dilayani Secara Elektronik

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara