Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

Pemerintah Ingin Pertanian Berkontribusi Besar ke Ekonomi

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2019-11-06
in Ekonomi, Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id-Pemerintah menargetkan kontribusi sektor pertaniankepada pertumbuhan ekonomimeningkat sebesar 1 persen-1,5 persen. Saat ini, sektor pertanian memberikan kontribusi 1 persen kepada pertumbuhan ekonomi.

Peningkatan kontribusi sektor pertanian diyakini bisa mengerek angka pertumbuhan ekonomi.  Deputi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdalifah Machmud mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, sektor pertanian menjadi kontributor terbesar kedua terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) setelah industri pengolahan.

Tercatat, per Februari 2019 sektor pertanian menyumbang 13,57 persen dari total PDB. Posisinya tepat berada setelah industri pengolahan yang menyumbang sekitar 19,52 persen terhadap PDB.

Sementara itu, serapan tenaga kerja sektor pertanian mencapai 29,64 persen dari seluruh angkatan kerja.

Selain itu, untuk mendorong produktivitas petani maka pemerintah juga akan mendorong industrialisasi sektor pertanian. Ini sejalan dengan visi misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu transformasi ekonomi berbasis Sumber Daya Alam (SDA) menjadi manufaktur.”Jadi beda tipis, kalau dinaikkan 1 persen-1,5 persen (kontribusi ke pertumbuhan ekonomi) pertanian akan menjadi kontributor terbesar apalagi didukung dengan teknologi,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro menuturkan pemerintah akan mendorong produktivitas petani dengan memperluas model inti plasma. Selama ini, model inti plasma tersebut baru dikembangkan pada komoditas sawit dan kakao.

Untuk diketahui, konsep inti plasma adalah kerja sama kemitraan antara perkebunan besar sebagai inti dan perkebunan rakyat di sekitarnya sebagai plasma.

“Model inti plasma yang sudah jalan di sawit kami harapkan bisa direplikasikan dengan komoditas lain, termasuk komoditas pangan dan hortikultura,” ujarnya.


“Kalau begitu maka petani juga harus meningkatkan produksinya sehingga bisa menjadi input kepada manufaktur. Jangan sampai kami kembangkan industri pertanian tapi inputnya impor,” ucapnya.

Ia menuturkan pihaknya akan mempertemukan dunia usaha dengan kalangan peneliti sehingga inovasi teknologi sektor pertanian sesuai dengan kebutuhan pasar. Ia menilai inovasi teknologi yang diciptakan oleh peneliti belum sesuai dengan kebutuhan pasar sehingga sulit dikembangkan.

“Selama ini inovasi selalu missing karena mereka (peneliti) belum perhitungkan biaya, apakah prototype penelitian lebih murah dan efisien dibandingkan produk impor,” katanya. (cnn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

PLN Raih Pendanaan Rp21 Triliun dari Penerbitan Global Bond

Next Post

Enam Lapangan Migas akan Berproduksi pada Akhir Tahun

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Enam Lapangan Migas akan Berproduksi pada Akhir Tahun

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara