Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

BI: Uang Beredar di November Capai Rp6.817,5 Triliun

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2020-12-31
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id -Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tetap tinggi pada November 2020 didukung oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi. Posisi M2 pada November 2020 tercatat Rp6.817,5 triliun atau tumbuh tetap tinggi sebesar 12,2 persen (yoy).

“Pertumbuhan uang beredar di November 2020 ini relatif stabil dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,5 persen (yoy),” ucap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia.

Erwin mengungkapkan, pertumbuhan uang kuasi yang memiliki pangsa terhadap M2 sebesar 73,3 persen dengan nilai sebesar Rp4.994,4 triliun mengalami peningkatan dari 10,7 persen (yoy) pada Oktober 2020 menjadi 11,1 persen (yoy) pada November 2020.

Di sisi lain, dana float (saldo) uang elektronik yang diterbitkan bank menunjukkan penurunan lebih dalam sebesar 6,5 persen (yoy), melanjutkan tren penurunan sejak awal 2020. Sementara itu, posisi uang kartal di masyarakat (di luar perbankan dan BI) pada November 2020 tercatat Rp712,6 triliun atau tumbuh 14,5 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 15,8 persen (yoy).

Adapun surat berharga selain saham pada November 2020 masih tumbuh negatif sebesar minus 5,8 persen (yoy), tidak sedalam pertumbuhan negatif bulan sebelumnya yang mengalami minus 12,1 persen (yoy). Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan surat berharga yang dimiliki perusahaan keuangan selain bank dalam rupiah.

Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, lanjut Erwin, pertumbuhan M2 pada November 2020 didorong oleh peningkatan aktiva dalam negeri bersih di tengah perlambatan aktiva luar negeri bersih. Aktiva dalam negeri bersih tumbuh sebesar 12,9 persen (yoy).

“Perkembangan ini lebih didorong oleh peningkatan pertumbuhan bersih lainnya, terutama pembelian SBN oleh Bank Indonesia dan pertumbuhan ekspansi keuangan pemerintah yang masih tinggi,” jelas dia.

Sementara itu, pertumbuhan kredit pada November 2020 tercatat masih mengalami kontraksi sebesar 1,7 persen (yoy), turun lebih dalam dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar minus 0,9 persen (yoy) sejalan dengan permintaan yang masih belum kuat.

“Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 10,3 persen (yoy) pada November 2020, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan Oktober 2020 sebesar 13,9 persen (yoy). Ini disebabkan oleh perlambatan tagihan sistem moneter kepada bukan penduduk seiring dengan perlambatan cadangan devisa pada November 2020,” pungkas Erwin.(msn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Kemenkeu Targetkan Dapat Utang Baru Rp 342 Triliun di Kuartal I 2020

Next Post

OJK: Pasar modal bisa lebih kuat pada tahun 2021

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

OJK: Pasar modal bisa lebih kuat pada tahun 2021

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara