Ekspor RI ke AS Turun pada Mei, Produk Alas Kaki Paling Jeblok

KeuanganNegara.id -Badan Pusat Statistik melaporkan ekspor Indonesia ke Amerika Serikat turun 16,22% dari US$ 2,03 miliar pada April 2021 menjadi US$ 1,7 miliar. Penurunan paling tajam terjadi pada ekspor produk alas kaki.

“Ekspor kita ke AS anjlok kedua paling tajam setelah Tiongkok, yakni turun US$ 329,8 juta, ” kata Suhariyanto dalam Konferensi Pers Kinerja Ekspor Impor, Selasa (15/6).

Berdasarkan data BPS yang diterima Katadata. co. id,ekspor produk alas kaki anjlok 42,74% dari US$ 176,9 juta menjadi US$ 101,3 juta. Di susul ekspor karet dan barang dari karet turun 34,67% dari US$ 193,3 juta menjadi US$ 126,3 juta. Ekspor mesin dan peralatan mekanis nilainya turun 28,13% dari US$ 98,1 juta menjadi US$ 70,5 juta.

Kemudian, ekspor ikan dan udang turun 26,61% dari US$ 126,9 juta menjadi US$ 93,1 juta. Begitu pula dengan nilai ekspor perabotan dan alat penerangan yang pertumbuhannya terkontraksi 20,42% dari US$ 145 juta menjadi US$ 115,4 juta.

Nilai ekspor olahan dari daging dan ikan juga menurun 19,92% dari US$ 83,3 juta menjadi US$ 66,7 juta. Penurunan juga terjadi pada nilai ekspor mesin dan perlengkapan 18,52% dari US$ 162,5 juta menjadi US$ 132,4 juta.

Ekspor pakaian dan aksesorisnya (rajutan) ikut menurun 8,37% dari US$ 164,7 juta menjafu US$ 150,9 juta. Lalu, ekspor barang lainnya turun 7,38% dari US$ 590,4 juta menjadi US$ 546,8 juta. Nilai ekspor pakaian dan aksesorisnya (bukan rajutan) pun turun tipis 6,37%.

BPS mencatat hanya ekspor komoditas migas serta lemak dan minyak hewan/nabati yang berhasil meningkat masing-masing 22,13% dan 10,41%.

Perekonomian AS tengah menuju era keemasan pada tahun ini. Namun, inflasi dan pandemi Covid-19 masih menjadi risiko

“Sangat mungkin, ekonomi AS akan memasuki masa keemasan dengan pertumbuhan yang cepat dan berkelanjutan. Inflasi naik perlahan, suku bunga juga akan menyusul,” ujar CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon pada akhir April 2021, seperti dikutip dari CNN.

Optimisme Dimon muncul setelah Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan stimulus yang dikeluarkan Presiden Joe Biden sebesar US$ 1,9 triliun akan mendorong ekonomi AS tahun ini tumbuh 6,4%. Pertumbuhan ini akan menjadi yang tercepat sejak 1984 saat AS dipimpin oleh Presiden Ronald Regan.

Perusahaan keuangan global Goldman Sachs juga memperkirakan paket stimulus tambahan Presiden Joe Biden US$ 1,9 triliun akan mendorong ekonomi AS pulih tajam dari pandemi. Paket kebijakan tersebut bahkan diprediksi mengungkit ekonomi Negeri Adidaya hingga tahun depan.

Goldman Sachs memperkirakan ekonomi AS tumbuh 7%, seperti pertumbuhan Tiongkok pada 2021. Ini akan menjadi laju tercepat perekonomian AS sejak 1984. “Rasanya seperti berada di titik puncak untuk meninggalkan musim dingin Covid-19 yang gelap dan panjang,” kata ekonom Goldman Sachs dalam risetnya.

Ekspor Industri Alas Kaki

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie mengatakan, penurunan ekspor industri alas kaki secara keseluruhan pada bulan lalu lebih disebabkan oleh berkurangnya jumlah hari kerja karena hari raya Idul Fitri 2021. BPS mencatat, ekspor produk alas kaki pada Mei 2021 turun 28,91% dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, ekspor produk alas kaki secara kumulatif Januari-Mei naik 12,48%.

Firman menjelaskan, ekspor produk alas kaki tetap tumbuh di tengah pandemi karena memiliki daya saing. Ia optimistis kinerja ekspor alas kaki akan terus membaik.“Saya rasa ekspor alas kaki masih akan tumbuh dikisaran dua digit untuk 2021,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengatakan masih terdapat tantangan terutama terkait aktivitas produksi. Pada Mei 2021,menurut Firman, utilitas pabrik alas kaki hampir mencapai 100%. Namun, terjadi penurunan aktivitas produksi hingga 20% dalam beberapa hari terakhir imbas naiknya kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Kudus yang berdekatan dengan kawasan sentra produksi.

“Karena peningkatan Covid-19, pabrik di sekitar Kudus seperti di Rembang, Pati, dan Jepara mengalami penurunan produktivitas hingga 20%. Banyak pekerja yang izin karena karena isolasi mandiri dan terjangkit Covid-19,” kata dia.

Ia mengatakan kondisi tersebut cukup menganggu produktivitas industri alas kaki, meski secara nasional masih diatasi karena sentra produksi di wilayah lain seperti Banten. Firman berharap, pemerintah dapat mempercepat vaksinasi pekerja di industri persepatuan. Dengan demikian, aktivitas produksi dapat tetap mengimbangi permintaan yang datang.

“Kami harap pemerintah bisa lebih memperhatikan lagi, kalau bisa kita juga mendapat vaksin untuk mencegah penularan di pabrik,” kata dia.

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Discussion about this post

Stay Connected

Recent News

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.