[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]
KeuanganNegara.id -Bank Indonesia (BI) memproyeksi selama Juni 2021 terjadi deflasi 0,11 persen secara bulanan (month to month/mtm). Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah komoditas pangan yang mengalami penurunan harga.
“Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu III Juni 2021, perkembangan harga pada minggu III Juni 2021 masih relatif terkendali dan diperkirakan deflasi 0,11 persen (mtm),” ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Sabtu (19/6).
Proyeksi tersebut juga menurun dibandingkan proyeksi bank sentral pada pekan kedua bulan ini yang mencatatkan deflasi 0,09 persen (mtm). Selain itu, proyeksi BI itu juga lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang terjadi inflasi 0,32 persen (mtm) juga jika dibandingkan dengan Juni 2020 yang terjadi inflasi 0,18 persen (mtm).
“Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juni 2021 secara tahun kalender sebesar 0,79 persen (year to date/ytd), dan secara tahunan sebesar 1,38 persen (year on year/yoy),” jelasnya.
Penyumbang utama deflasi pada Juni 2021 di antaranya komoditas cabai merah yang mengalami penurunan harga atau minus 0,09 persen (mtm), daging ayam ras minus 0,08 persen (mtm), bawang merah minus 0,02 persen (mtm), daging sapi, kelapa, tomat dan udang basah masing-masing sebesar minus 0,01 persen (mtm).
Sementara itu, beberapa komoditas mengalami inflasi atau kenaikan harga antara lain telur ayam ras sebesar 0,04 persen (mtm), emas perhiasan sebesar 0,03 persen (mtm), minyak goreng, sawi hijau, nasi dengan lauk dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).
Erwin menuturkan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
“Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” pungkasnya.




Discussion about this post