Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

Impor Daging Kerbau Dinilai Rugikan Peternak dan Konsumen

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2021-03-23
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id -Importasi daging kerbau khususnya dari India dilakukan pemerintah setiap tahun demi membantu stabilisasi harga. Namun, kebijakan tersebut dinilai Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia justru merugikan peternak lokal dan konsumen karena praktik oplos daging yang lumrah terjadi.

Ketua Komite Tetap Industri Peternakan Kadin Indonesia, Yudi Guntara Noor, mengatakan, impor daging kerbau tidak semata-mata turunkan harga karena pasar masih meyakini daging segar yang baik.

Alhasil itu membuat adanya celah bagi pedagang untuk mengoplos daging kerbau beku dengan daging sapi segar. Pengopolosan itu dilaukan dengan mencairkan terlebih dahulu daging beku sehingga saat dijual di pasar tradisional akan sulit dibedakan.

“Akhirnya, yang jadi terdesak daging sapi dan pemotongan hewan dalam negeri,” kata Yudi dalam webinar Meat & Livestock Australia, Senin (22/3).

Praktik oplos itu juga terjadi karean pasar tradisional tidak memiliki fasilitas gudang pendingin yang memadai. Namun, daging kerbau beku yang seharusnya dijual murah jadi mahal karena dioplos dengan daging segar.

Di sisi lain, Yudi memaparkan, penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Pedagang Daging Indonsia (APDI) di DKI Jakarta tahun 2017 menunjukkan, 55 persen pedagang memiliki akan menjual daging kerbau impor karena faktor keuntungan.

Yudi menegaskan, kondisi tersebut harus diperhatikan karena  berdampak pada para peternak lokal yang tak bisa mendapatkan insentif jika para pedagang menjual daging sapi dengan dicampur.

“Ini harus dipahami karena kita lihat tingginya impor ini mengambil alih daripada pangsa pemotongan sapi lokal di Indonesia. Feedlotter juga akan menurunkan pasokannya karena memang akan sangat tersaingi oleh daging-daging impor,” katanya.

Selain merugikan rantai industri sapi dalam negeri, konsumen juga turut dirugikan karena tak dapat membedakan antara daging sapi dan kerbau impor. Oleh karena itu, Yudi meminta pemerintah agar bisa membuat segmentasi pasar untuk masing-masing jenis daging serta sumber dalam negeri atau impor.

Ia mengatakan, konsumen daging harian hampir dipastikan merupakan golongan mampu dan akan membayar lebih mahal untuk kepuasan yang dicari. Sebaliknya, jika ingin mendapatkan yang lebih murah, daging beku bisa menjadi pilihan.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Ini Langkah Menteri ESDM Lawan Gugatan Eropa Soal Larangan Ekspor Nikel

Next Post

Sentil Koruptor, Sri Mulyani: Kalau Masih Ada yang Korupsi Pajak, Pasti Hengki-Pengki

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Sentil Koruptor, Sri Mulyani: Kalau Masih Ada yang Korupsi Pajak, Pasti Hengki-Pengki

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara