Kementerian BUMN Perlu Petakan Ulang Aset BUMN

KeuanganNegara.id -Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Toto Pranoto menilai perlunya pemetaan mengenai aset BUMN. Toto mengatakan dari total aset BUMN sekira Rp 8.200 triliun pada 2019, angka Return on Asset(ROA) BUMN hanya sekitar 2 persen.

Baca juga:   Capai Rp 104,7 Triliun, Anggaran Polri 2020 Terbesar Ketiga

“Artinya utilisasi aset BUMN relatif rendah,” ujar Toto.

Toto hal ini disebabkan beberapa hal antara lain investasi aset yang tidak produktif, pilihan teknologi yang tidak tepat, atau pembelian aset yang tidak tepat sesuai rencana spesifikasi yang diminta. Toto mengatakan, tugas Kementerian BUMN ialah memaksa setiap BUMN melakukan inventarisasi ulang aset dan kemudian melakukan pemataan aset BUMN.

Baca juga:   Pemerintah Serap Rp 9,5 Triliun dari Lelang Sukuk Negara

“Kemudian menetapkan aset mana yang masih bisa diutilisasi dan mana yang sudah harus di write off sehingga pengelolaan aset yang ada bisa lebih fokus,” kata Toto menambahkan.(msn)

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Discussion about this post

Stay Connected

Recent News

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Follow & Support Us!!

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi