[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]
KeuanganNegara.id -Menteri Koordinato Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menginginkan alat pendeteksi Covid-19, Gajah Mada Electric Nose Covid-19 atau GeNose C19 digunakan secara massal.
Ia bahkan berencana untuk menggunakan alat buatan dalam negeri itu di berbagai fasilitas umum, mulai dari ruang lingkup administrasi masyarakat setingkat RT hingga fasilitas transportasi umum.
“Nanti di airport kita pakai, pelabuhan laut, kereta api, di RT/RW, supermarket, hotel-hotel di mana kita kasih hanya Rp 62 juta,” ujar Luhut.
Selain itu, Luhut memastikan, tarif yang akan dipatok untuk menggunakan alat ini hanya berkisar Rp 20.000.
Dengan harga yang jauh lebih murah ketimbang alat pendeteksi Covid-19 lainnya, GeNose diklaim memiliki tingkat akurasi mencapai 90 persen.
“Dan makin akurat seiring makin banyaknya jumlah yang dites, mesinnya akan makin lebih pintar,” ujar Luhut.
Sebagai informasi, GeNose C19 adalah alat pendeteksi virus corona yang dikembangkan para peneliti di Universitas Gajah Mada dan sudah mendapatkan Izin Edar dari Kementerian Kesehatan.
Adapun pengambilan sampel dari GeNose C19 berupa embusan napas dan hasil tes dapat langsung diketahui hanya dalam waktu 3 menit.(msn)
Discussion about this post