Keuangan Negara
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login
No Result
View All Result
Keuangan Negara
No Result
View All Result

Pertamina Tunggu Tawaran Aramco untuk Kilang Cilacap Hingga Maret 2020

Keuangan Negara Indonesia by Keuangan Negara Indonesia
2020-02-25
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Artikel”]

KeuanganNegara.id-Pertamina terus menunda pembangunan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap. Perusahaan pelat merah tersebut beralasan belum menerima tawaran skema baru pembangunan kilang dari Saudi Aramco.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pihaknya bakal menunggu tawaran Aramco hingga bulan depan.”Kami menunggu offering dari mereka seperti apa untuk skema baru ini, kami belum terima. Targetnya paling lambat akhir Maret 2020,” kata Nicke di Jakarta.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Tajudin Noor menambahkan pihaknya ingin pembangunan megaproyek Kilang Cilacap dapat terealisasi secepatnya. Namun, BUMN itu tidak dapat memaksakan Saudi Aramco untuk segera mengirimkan penawaran skema baru.

“Ada hal hal yang masih menjadi pertimbangan mereka dan masih butuh waktu. Ya kami tidak bisa terlalu memaksakan,” ujar Tajudin.

Meski demikian, Tajudin menegaskan jika kesepakatan terkait pembangunan proyek Kilang Cilacap tidak mencapai titik temu, pihaknya akan tetap maju tanpa Saudi Aramco. Bahkan Pertamina akan membuka opsi untuk mencari mitra baru.

Pertamina memang sempat menawarkan opsi skema baru untuk proyek kilang Cilacap agar bisa mencapai kesepakatan dengan Aramco. Model kerja sama yang ditawarkan Pertamina persis seperti model pengembangan kilang Balikpapan.

Dengan model tersebut, Pertamina dan Aramco akan mengembangkan dan mengoperasikan kilang eksisting. Namun, Pertamina akan membayar biaya pengolahan jika kilang tersebut mengolah minyak milik perseroan.

Pertamina memproyeksi investasi proyek kilang Cilacap mencapai US$ 5 miliar. Dengan investasi tersebut, kapasitas kilang Cilacap diharapkan meningkat dari 348 ribu barel per hari menjadi 400 ribu barel per hari. Adapun spesifikasi produk yang dihasilkan mencakup Euro V, petrokimia dasar (basic petrochemical), dan Group II Base Oil untuk pelumas.

Pertamina dan Aramco sebenarnya telah membentuk perusahaan patungan sejak 22 Desember 2016. Porsi saham Pertamina sebesar 55% dan Saudi Aramco sebesar 45%. Kala itu, Pertamina dan Aramco menargetkan proyek RDMP Cilacap bisa dimulai pada 2021.

Namun, proyek kilang Cilacap tak kunjung dibangun hingga kini karena tak ada kesepakatan terkait valuasi dan spin off aset. Di sisi lain, Aramco justru begitu gencar berinvestasi kilang di negara lain, seperti Tiongkok dan Malaysia.(msn)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
Previous Post

Beda Daftar Negara Berkembang versi AS dan IMF

Next Post

Menkeu: Masih Banyak Pandangan tentang Pajak Digital di G20

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Menkeu: Masih Banyak Pandangan tentang Pajak Digital di G20

Discussion about this post

Stay Connected

Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Recent News

Ramalan BI soal Tapering Off The Fed dan Siasat Mengantisipasinya

2021-06-30

OJK Pastikan Pinjol Legal Tidak Bisa Akses Kontak dan Galeri HP Debitur

2021-06-30

SKK Migas: Tujuh Proyek Hulu Migas Senilai Rp 21,12 Triliun Rampung

2021-06-30

Jokowi hadiri Munas Kadin di Kendari, ini agendanya

2021-06-30

Tentang Keuangan Negara

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi

Follow Us

Menjadi Penulis

Keuangan Negara membuka kesempatan kepada siapapun dengan latar belakang apapun untuk bergabung menjadi kontributor.

Bagi yang ingin bergabung menulis, kirimkan contoh artikelnya ke email redaksi@keuangannegara.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi halaman berikut ini.

Telusuri Berdasarkan Kategori

  • Artikel
  • Bisnis
  • BUMN & BUMD
  • Daerah
  • Daftar
  • Dasar Pengetahuan
  • E-commerce
  • Ekonomi
  • Finansial
  • Hot News
  • Hukum
  • Internasional
  • Investasi
  • Nasional
  • Pemeriksaan
  • Pengadilan
  • Tanya & Jawab
  • Tentang Kami
  • Menjadi Penulis
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Advertising

© 2017 Keuangan Negara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Hot News
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • BUMN & BUMD
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • E-commerce
    • Finansial
  • Hukum
    • Daftar
    • Pemeriksaan
    • Pengadilan
  • Investasi
  • Dasar Pengetahuan
  • Login

© 2017 Keuangan Negara