Ketua Satgas Investasi terima laporan nasabah yang terjebak dalam financial tencnology ilegal

KeuanganNegara.id– Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengakui saat ini masih menerima sejumlah laporan dari nasabah yang terjebak dalam financial tencnology(fintech) ilegal. Meskipun begitu, Tongam memastikan total pelaporan tidak banyak jika dibandingkan jumlah nasabah fintech saat ini yang mencapai 8,5 juta orang.

“Kalau dibandingkan total nasabah dari semuafintech,penagihan yang tidak beretika di data kami tidak sampai 100 orang,” kata Tongam .

Tongam mengatakan sejauh ini masalah sering diadukan hanya nasabah hanya terkait kegiatan teror atau intimidasi hingga pelecehan saatfintechilegal melakukan penagihan. Dia mengatakan pada dasarnyafintechilegal cenderung ingin menipu nasabahnya sehingga masyarakat harus bisa mengenali manafintechyang legal.

Hanya saja, Tongam mengakui saat ini Sudah banyak masyarakat yang berhati-hati memilihfintechuntuk melakukan peminjamanonline.“Sekarang sudah banyak, masyarakat yang memang meminjam uang untuk kegiatan produktif, ini sangat bagus bukan kegiatan konsumtif,” jelas Tongam.

Untuk itu, Tongam menuturkan masyarakat perlu berhati-hati dengan tidak menggunakanfintechyang meminta nasabahnya mengizinkan akses data di dalam ponsel. Dengan mengakses kontak seluruh nasabah di dalamhandphonemaka akan merugikan nasabahnya.

“Ini masyarakat kita sering terjebak di sini. Mereka melakukan pinjaman dan meminta izin mengakses semua kontak. Di situ awal mula petaka,fintechilegal akan menggunakan data-data ini untuk alat intimidasi saat kita tidak membayar. Dia akan menyebarluaskan utang kita kepada kontak yang ada di situ,” ungkap Tongam.

Saat ini, OJK juga meminta masyarakat berhati-hati dalam menggunakan pinjamanonlineyang saat ini banyak ditawarkan melalui beragamfintech.Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot meminta masyarakat harus memahami risiko yang ada saat melakukan pinjamanonline.

“Edukasi mengenai pinjamanonline perlu dilakukan berkelanjutan. Yang mudah itu belum tentu aman, pahami manfaat, biaya, dan risikonya,” kata Sekar.

Sekar menegaskan pola pikir untuk tidak tergiur dengan kecepatan meminjam harus diimbangi dengan pertimbangan lain. Salah satunya terkait penghitugan risiko yang bisa didapatkan ketika melakukan pinjamanonline. (msn)

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Discussion about this post

Stay Connected

Recent News

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.