BI: Perbankan di Masa Pandemi Lebih Baik dibandingkan 1998 dan 2008

KeuanganNegara.id -Kondisi perbankan dalam negeri di masa pandemi corona dianggap lebih baik dibandingkan ketika krisis moneter 1998 dan krisis keuangan 2008. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyatakan tak perlu khawatir dengan kondisi perbankan karena likuiditasnya yang memadai.

“Banyak orang khawatir dengan perbankan. Namun kalau dilihat secara industri, kondisi masih baik,” kata Destry dalam sebuah diskusi virtual.

Kondisi likuiditas perbankan yang memadai tercermin dari rendahnya suku bunga pasar uang antar bank, yaitu di sekitar 4% pada Juni. Bahkan, Destry menjelaskan bahwa alat likuiditas perbankan terus meningkat.

Rasio kecukupan modal alias capital adequacy ratio (CAR) perbankan pada Mei 2020 pada posisi tinggi yakni 22,14%, dan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) tetap rendah yakni 3% (bruto) dan 1,17% (neto). Sementara rasio alat likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK) atau AL/DPK yang menjadi tolak ukur kondisi likuiditas bank mencapai 24,33% pada Mei, jauh di atas batas minimum 10%.

Baca juga:   Pemerintah Siapkan DAK Fisik dan Bantuan Operasional Kesehatan untuk Antisipasi COVID-19

“Sehingga jika dilihat baik dari CAR ataupun alat likuid dibagi dengan dana pihak ketiga berada dalam rasio yang jauh dari minimum,” ujarnya.

Meski demikian, penyaluran kredit atau pembiayaan dari sektor keuangan masih terbatas. Pertumbuhan kredit pada Mei 2020 tercatat 3,09%, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan April 2020 sebesar 5,73%.

Penyebabnya, kata Destry, karena perbankan masih keberatan memberikan pinjaman melihat risiko di tengah pandemi. Oleh karena itu, program penjaminan pemerintah menjadi sangat penting di masa ini.

Di sisi lain, suku bunga kredit masih tertahan, padahal bank sentral telah menurunkan bunga acuan 175 basis poin (bsp) sejauh ini. “Memang transmisi ke perbankannya masih lambat, baru turun sekitar 74 bps,” kata dia.

Baca juga:   Airlangga Minta Sri Mulyani Bebaskan PPN Importasi Biji Kakao

Selain itu, BI juga mencatat telah menambah likuiditas alias quantitative easing di perbankan sekitar Rp 633,24 triliun, termasuk penurunan giro wajib minimum (GWM) sekitar Rp 155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp 462,4 triliun.

Senada dengan Destry, Presiden Direktur PT Bank DBS Paulus Sutisna pun menilai kondisi perbankan saat ini lebih baik dibandingkan krisis moneter pada 1997-1998 dan 2008.

Paulus menilai berbagai indikator ekonomi saat ini jauh lebih baik dibandingkan masa 20 tahun yang lalu. “Baik dari segi PDB (Produk Domestik Bruto), cadangan devisa, utang luar negeri, sektor perbankan yang lebih kuat, dan pasar keuangan yang juga lebih dalam,” kata Paulus dalam DBS Asian Insights bertajuk Navigating A Brave New World yang bekerja sama.

Baca juga:   BI: Restrukturisasi Kredit yang Dilakukan Perbankan Sudah Capai Rp 800 Triliun

Selain itu, koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan dinilai positif dalam mengeluarkan berbagai paket stimulus untuk menahan perlambatan ekonomi dan menjaga stabilitas sektor keuangan. “Sehingga sektor perbankan dapat terus mendukung nasabah dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini,” ujar Paulus.

Pemulihan ekonomi dari krisis virus corona pun dianggap akan lebih mudah karena dapat dimulai dengan mendorong pasar domestik di tengah lesunya perdagangan internasional. Indonesia merupakan negara yang rasio ekspor terhadap PDB berada di kisaran 25% atau lebih rendah dibanding negara tetangga di Asia Tenggara. “Maka, pemulihan ekonomi akan lebih didorong oleh pasar domestik,” kata Paulus.

 

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Discussion about this post

Stay Connected

Recent News

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Follow & Support Us!!

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi