Indef Sebut Ada 5 Masalah Utama Investasi di Indonesia

KeuanganNegara.id -Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika mengutarakan sejumlah persoalan investasi di Indonesia. “Situasi ekonomi nasional yang selalu kita bicarakan sebetulnya kata kuncinya itu investasi,” ujar Erani dalam diskusi virtual.

Sedikitnya Erani menyebutkan ada lima masalah terkait investasi di Indonesia yang patut diantisipasi:

1. Modal yang Terbatas (saving-invesment gap)

Erani menjelaskan, secara umum percepatan pembangunan ekonomi digerakkan oleh investasi yang berfungsi sebagai tulang punggung. Namun, negara berkembang biasanya terkendala oleh modal yang terbatas (saving-invesment gap) sehingga investasi tak dapat dipacu dengan cepat.

Baca juga:   Laba Bersih Telkom Semester I 2020 Turun jadi Rp 10,98 Triliun

Selain itu, kelangkaan modal itu ditutup dengan utang atau investasi asing sehingga membebani anggaran negara dan mengurangi alokasi untuk kepentingan lain. Walhasil, Penanaman Modal Asing (PMA) menjadi alternatif subsidi utang.

Dalam hal ini, menurut Erani, PMA punya risiko yang tak sederhana. Ia lalu mencontohkan sejumlah risiko seperti mengurangi penguasaan ekonomi domestik, repatriasi, dan mampu menyebabkan instabilitas ekonomi (khususnya investasi portofolio).

2. Penggunaan Pendekatan Investasi Ekstraktif

Masalah lainnya, menurut Erani, adalah investasi di Indonesia yang kebanyakan masih menggunakan pendekatan ekstraktif yang berorientasi kepada eksploitasi sumber daya ekonomi dan alam.

Baca juga:   Inggris Akan Tanggung 80 Persen Upah Pekerja Terimbas Corona

Hal ini pada akhirnya mendestruksi lingkungan dan terlambat melakukan industrialisasi. Dan yang terakhir, investasi hanya terkonsentrasi pada wilayah dan sektor tertentu sehingga menjadi sumber ketimpangan wilayah dan sektor.

3. Tak Banyak Menciptakan Lapangan Kerja

Ironisnya, menurut Erani, perkembangan investasi yang ditanamkan di Tanah Air sifatnya makin padat modal dan teknologi. Hal tersebut justru tak banyak menciptakan lapangan kerja. “Hal itu menunjukkan nilai investasi yang besar tak selalu menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak.”

Baca juga:   Sentimen Bunga The Fed, Rupiah Melemah Rp14.045 per Dolar AS

4. Mengganggu Stabilitas Politik

Erani juga menyebutkan masuknya investasi yang kerap kali meminggirkan masyarakat lokal. Akibatnya, investasi malah menjadi sumber konflik yang mengganggu stabilitas politik.

5. Menimbulkan Kesenjangan Pendapatan

Lebih jauh Erani juga menyoroti investasi yang berbasis penguasaan modal menyebabkan penumpukan aset dan kekayaan kepada segelintir pelaku ekonomi. Dengan begitu, investasi menjadi sumber disparitas pendapatan.(msn)

 

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Discussion about this post

Stay Connected

Recent News

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Follow & Support Us!!

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi