Seri-seri pendek akan jadi buruan pada lelang SBSN, Esok Selasa (21/7)

KeuanganNegara.id -Setelah mencatatkan hasil yang mentereng pada dua pekan lalu, rencana pemerintah menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara pada Selasa (21/7) diperkirakan akan turun. Baik dari segi minat dan jumlah penawaran yang masuk.

Asal tahu saja, pada lelang SBSN dua pekan lalu, tepatnya 7 Juli 2020, jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp 41,60 triliun.

Pada lelang Selasa besok, rencananya seri-seri SBSN yang dilelang yakni satu seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara – Syariah) dan empat seri PBS (Project Based Sukuk). Berikut kelima seri surat utang beserta imbalannya:

Baca juga:   Ayo jajal LRT baru rute cibubur-cawang

1. SPN-S 08012021 yang jatuh tempo pada 8 Januari 2021 dengan imbalan diskonto

2. PBS002 yang jatuh tempo pada 15 Januari 2022 dengan imbalan 5,45%

3. PBS026 yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2024 dengan imbalan 6,625%

4. PBS022 yang jatuh tempo pada 15 April 2034 dengan imbalan 8,625%

5. PBS028 yang merupakan penerbitan baru dan akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2046. Adapun besaran kuponnya baru akan diumumkan pada 7 Juli mendatang

Baca juga:   ASN Kementerian PUPR Raih Anugerah Pejabat Teladan 2019

Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana memperkirakan, yield pada lelang SBSN berpeluang turun. Terlebih, pada akhir pekan lalu, Bank Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga acuan dari 4,25% menjadi 4,00%.

“Dengan melihat tren yield yang ada, saya rasa dari sisi investor kayaknya nilai tersebut sudah cukup diterima. Terlebih hadirnya BI di lelang primer juga bisa mendorong yield jadi lebih rendah,” kata Fikri.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto menyebut seri-seri bertenor pendek masih akan jadi yang buruan pada lelang SBSN, Selasa nanti. Ia menjagokan seri PBS002 dan seri PBS026 yang akan jadi incaran para peserta.

Baca juga:   Protes Kartu Prakerja, Ini Jawaban Sri Mulyani

“Lelang akan didominasi perbankan, mereka pasti akan cenderung masuk ke seri pendek tenor dua atau empat tahun untuk menjaga likuiditas. Selain itu, kedua seri ini juga cenderung tidak terlalu volatile di tengah kondisi seperti saat ini,” imbuh Ramdhan.(msn)

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara Indonesia

Keuangan Negara provides the latest economic, business, e-commerce, start-up, stock market, financial and all entrepeneur news from around Indonesia.

Next Post

Discussion about this post

Stay Connected

Recent News

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Follow & Support Us!!

Keuangan Negara menyajikan berita terbaru keuangan negara, ekonomi, bisnis, e-commerce, start-up, finansial, dan entrepreneur yang bersumber dari berbagai situs dan narasumber resmi